Hari Kesaktian Pancasila, PLN UID Yogyakarta sapa mahasiswa ITY
Hari Kesaktian Pancasila, PLN UID Yogyakarta sapa mahasiswa ITY
Jumat, 2 Oktober 2026 21:37 WIB
Manager PLN UP3 Yogyakarta dan Wonosari Agung Pratomo (kanan) menyampaikan materi dalam Seminar Nasional “From Fossil to Future” yang diselenggarakan BEM KM Institut Teknologi Yogyakarta (ITY) di Grhatama Pustaka, Yogyakarta, Rabu (1/10/2026). (ANTARA/HO-PLN)
Yogyakarta (ANTARA) - Memperingati Hari Kesaktian Pancasila, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Yogyakarta melalui PLN UP3 Yogyakarta dan Wonosari menyapa ratusan mahasiswa Institut Teknologi Yogyakarta (ITY) melalui gelaran edukasi dan sosialisasi transisi energi berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mendorong pemahaman mahasiswa mengenai transisi energi dan dekarbonisasi melalui Seminar Nasional "From Fossil to Future" yang diselenggarakan BEM KM Institut Teknologi Yogyakarta (ITY) berkolaborasi dengan Program Studi Teknik Pertambangan ITY di Auditorium Grhatama Pustaka, Yogyakarta.
General Manager PLN UID Yogyakarta Deri Prasetio Utomo mengatakan transisi energi membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk ketenagalistrikan, pertambangan, dan pendidikan, dengan tetap menjaga keandalan pasokan listrik.
“Transisi energi merupakan upaya bersama untuk membangun sistem energi yang andal, berkelanjutan, dan rendah karbon. Peran sektor pertambangan, inovasi, serta keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian target Net Zero Emissions (NZE) Indonesia pada 2060,” kata Deri.
Mengusung tema “Tambang untuk Transisi: Meredefinisi Peran Industri Pertambangan dalam Peta Jalan Dekarbonisasi Indonesia 2060”, seminar tersebut membahas kontribusi sektor pertambangan dalam mendukung transisi energi dan pencapaian target NZE Indonesia.
Manager PLN UP3 Yogyakarta dan Wonosari Agung Pratomo hadir sebagai pemateri dengan membawakan materi Transisi Energi dan Peran Sektor Pertambangan dalam Agenda Transisi.
Ia menjelaskan sektor pertambangan memiliki keterkaitan erat dengan ketenagalistrikan, terutama dalam penyediaan material infrastruktur listrik, karena itu penerapan prinsip keberlanjutan dan pertambangan hijau (green mining) menjadi penting untuk mendukung pembangunan rendah karbon.
“Kami berharap mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi teknis di bidang pertambangan, tetapi juga memahami pentingnya keberlanjutan. Dengan demikian, sektor pertambangan dapat terus mendukung kebutuhan pembangunan sekaligus memperhatikan kelestarian lingkungan,” ujar Agung.
Seminar tersebut turut menghadirkan Tri Winarno dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM yang membawakan materi Pertambangan dalam Kerangka Dekarbonisasi Nasional serta Mekka Riadhah, Environmental Sustainability Department Head PT Adaro Indonesia, dengan materi Dekarbonisasi Operasional Tambang.
Materi dari PLN mendapat respons positif peserta seminar karena dinilai mampu menambah wawasan mengenai transisi energi dan membuka pemahaman tentang peran generasi muda dalam mendukung upaya dekarbonisasi nasional.
Dani, mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan ITY mengatakan materi tersebut memberikan pengetahuan mengenai peran mahasiswa dalam mendukung dekarbonisasi nasional.
“Pengetahuan yang saya dapat melalui seminar ini sangat bermanfaat. Saya mendapatkan ilmu mengenai bagaimana mahasiswa dapat turut berkontribusi dalam upaya dekarbonisasi nasional,” ujar Dani.
Hal senada disampaikan Abdi Pratama, mahasiswa ITY angkatan 2022 dari Program Studi Teknik Sistem Energi, mengatakan materi yang disampaikan relevan dengan bidang keilmuannya.
“Apa yang disampaikan oleh PLN sangat linier dengan program studi yang saya ambil dan cocok dengan topik skripsi yang sedang saya ambil,” ujar Abdi.
Melalui kegiatan ini, PLN UID Yogyakarta melalui UP3 Yogyakarta dan Wonosari memperkuat sinergi antara industri dan akademisi dalam meningkatkan literasi energi serta mendorong pembangunan berkelanjutan.
Pewarta : N008
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026