kingsheadwye.com

Bupati HSS dorong penambahan sumber air baku dari Bendungan Amandit

Banjarmasin (ANTARA) - Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan H Syafrudin Noor mendorong penambahan sumber air baku dari Bendungan Amandit di Desa Malutu, Kecamatan Padang Batung untuk ketahanan air bersih.

Bupati saat meninjau bendungan tersebut, Selasa, mengatakan, kualitas air yang bersumber dari Bendungan Amandit cukup baik dan jernih, karena berasal langsung dari kawasan pegunungan untuk sumber bahan air baku Instalasi Pengolahan Air (IPA) IKK Sungai Raya, yang melayani kebutuhan air bersih masyarakat.

Dengan kondisi tersebut menjadi potensi yang perlu dimanfaatkan, untuk meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat.

“Air ledeng di Kecamatan Sungai Raya yang dari bendung tersebut sangat jernih, karena berasal dari pegunungan langsung,” ucap bupati.

Pihaknya juga dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSS berencana membangun sambungan pipa, dari Bendungan Amandit menuju intake Muara Banta.

Langkah ini diharapkan dapat menambah sumber air baku, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kandangan dan sekitarnya.

“Tahun ini kami ingin melakukan pemasangan sambungan pipa menuju intake Muara Banta,” ungkapnya.

Bupati menjelaskan, pemanfaatan sumber air dari Bendungan Amandit merupakan bagian strategi pemkab menekan biaya pengolahan air dalam jangka panjang, khususnya dalam mengurangi penggunaan kaporit.

Selain efisiensi biaya, upaya tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan kesehatan air yang dikonsumsi masyarakat.

“Kita ingin anak-anak mendapatkan air bersih sehat, tumbuh sehat normal, terhindar stunting, dan memberikan pelayanan air bersih lebih maksimal,” harapnya.

Baca juga: Kodim HSS Kalsel bangun sumur bor di wilayah sulit air bersih

Baca juga: Presiden resmikan SPAM Banjarbakula Kalsel senilai Rp787 miliar

Baca juga: Polda Kalsel bangun 11 sumur bor bantu akses air bersih masyarakat

Pewarta: Sukarli
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.