kingsheadwye.com

Bupati Jembrana dorong pengelolaan sampah sistem swadaya oleh kelompok masyarakat - ANTARA News Bali

Jembrana, Bali (ANTARA) - Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mendorong pengelolaan sampah dengan sistem swadaya oleh kelompok-kelompok masyarakat, agar persoalan sampah bisa diatasi dengan tuntas.

Imbauan untuk pengelolaan sampah secara mandiri oleh kelompok masyarakat itu, dia sampaikan saat melihat pengelolaan sampah organik yang dilakukan warga di Lingkungan Sri Mandala, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, Sabtu.

"Pengelolaan sampah secara swadaya kelompok perlu dikembangkan di seluruh wilayah Jembrana. Pemerintah membutuhkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah," katanya.

Menurut dia, dengan pengelolaan sampah langsung oleh masyarakat, kesadaran warga untuk memilah jenis sampah juga akan meningkat sehingga memudahkan untuk proses daur ulang.

Dengan kesadaran mayoritas masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, menurut dia, hal itu akan mencegah masyarakat lainnya membuang sampah sembarangan.

"Kesadaran kolektif mengelola sampah mulai dari hulu harus terus dilakukan. Lingkungan yang bersih secara alami akan mencegah perilaku membuang sampah sembarangan," katanya.

Kepada kelompok masyarakat Taman Organik Satria Mandala di Lingkungan Sri Mandala, dia menyarankan untuk juga menampung sampah plastik yang memiliki nilai ekonomi dengan konsep seperti bank sampah.

Ketua Kelompok Masyarakat Taman Organik Satria Mandala I Gede Eka Wiantara Putra mengatakan, masyarakat sepakat mendirikan lokasi pengelolaan sampah tersebut, setelah Pemkab Jembrana membatasi pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sejak tanggal 1 Juli.

"Setelah ada kebijakan itu, warga disini sepakat membuat lokasi pengolahan sampah organik secara kolektif. Keterbatasan lahan di masing-masing rumah warga, membuat kami berdiskusi dan menyediakan satu tempat terpusat bagi pengelolaan sampah organik," katanya.

Menurut dia, konsep awal pengelolaan sampah itu hanya teba modern, namun kemudian berkembang menjadi lebih besar hingga menjadi taman organik.

Pewarta: Rolandus Nampu/Gembong Ismadi
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.