Bupati Kobar undang Pertamina bahas solusi antrean panjang pengisian BBM
Bupati Kobar undang Pertamina bahas solusi antrean panjang pengisian BBM
Kamis, 30 Juli 2026 08:16 WIB
Rapat Koordinasi Pemkab Kobar bersama PT Pertamina Patra Niaga (Persero) di Kantor Bupati Kobar, Rabu (29/7/2026). ANTARA/Safitri RA
Pangkalan Bun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, kembali menindaklanjuti keluhan masyarakat tentang antrean panjang yang terjadi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dengan mengundang Pertamina untuk mencari solusi.
"Rapat ini penting, salah satunya untuk menjawab persoalan-persoalan yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat, baik itu secara langsung disampaikan kepada kami dan juga melalui media sosial," kata Bupati Kobar Nurhidayah di Pangkalan Bun, Rabu.
Tindak lanjut tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi bersama Sales Branch Manager II Fuel Kalimantan Tengah PT Pertamina Patra Niaga (Persero), terkait penyaluran dan pendistribusian bahan bakar minyak.
Nurhidayah mengatakan, pemerintah daerah tidak ingin berdiam diri. Pihaknya segera melakukan koordinasi lebih lanjut kepada pihak-pihak terkait, sebagai upaya dalam memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.
"Hal tersebut agar, pendistribusian BBM di Kabupaten Kobar dapat berjalan lancar, tertib, tepat sasaran, serta tentunya kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi," ucapnya.
Pemkab Kobar juga telah membentuk Satgas yang anggotanya terdiri dari unsur Polres, Kodim 1014/ Pangkalan Bun dan juga Kejaksaan Negeri Kotawaringin Barat.
Nurhidayah menyampaikan, pihaknya telah berupaya dalam konteksnya, pelayanan merupakan prioritas utama, namun tetap ada keterbatasan Pemerintah Daerah di lapangan terutama tidak melebihi dari sisi kewenangan yang ada.
"Kami tentunya ingin ini berjalan aman dan tidak ada persoalan serta juga kendala, tetapi dari sisi pendistribusian dan sifatnya regulasi, itu berada di tangan Pertamina," demikian Nurhidayah.
Baca juga: Bupati Kobar dorong LPTQ jalankan program pembinaan berkelanjutan
Sementara itu, Sales Branch Manager II Fuel Kalimantan Tengah PT Pertamina Patra Niaga (Persero), Lucky Harianto menyatakan, stok BBM untuk pasokan di Kabupaten Kobar dalam kondisi aman.
Namun, ada penyebab lain yang membuat terjadinya antraen panjang di sejumlah SPBU di wilayah Kotawaringin Barat.
"Antrean panjang BBM ini terjadi karena pengaruh perubahan pola konsumsi masyarakat, setelah adanya penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax beberapa waktu lalu," ungkapnya.
Lucky Harianto menjelaskan, saat ini realisasi konsumsi Pertamax mengalami penurunan sekitar 32 persen, sementara realisasi penggunaan Pertalite justru meningkat sekitar 12 persen.
"Jadi adanya pergeseran konsumsi inilah yang turut memengaruhi kondisi antrean di sejumlah SPBU," jelasnya.
Untuk tindak lanjut kondisi di lapangan itu, pihaknya terus melakukan langkah penguatan distribusi, diantaranya meningkatkan monitoring ketahanan stok di setiap SPBU, pemantauan rutin distribusi BBM dari depot ke lembaga penyalur.
Serta meminta setiap SPBU menerapkan manajemen stok secara optimal melalui pemantauan stok awal setiap pagi, evaluasi penyaluran harian, dan perencanaan kebutuhan untuk hari berikutnya.
Lucky mengatakan, pihaknya juga akan melakukan pengaturan jam operasional dan pengelolaan antrean di area SPBU, menambah nozzle pengisian Pertalite di beberapa lokasi.
"Kita juga akan melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mengantisipasi penyalahgunaan BBM bersubsidi. Akan ada tindak tegas lainnya yaitu pemblokiran akun barcode yang terindikasi melakukan penyalahgunaan," tegasnya.
Pihaknya juga akan mengusulkan penambahan kuota Pertamax dan peningkatan edukasi kepada operator SPBU agar menjalankan standar operasional prosedur (SOP), khususnya dalam penyaluran BBM bersubsidi dan penggunaan sistem QR Code.
"Harapannya dengan langkah-langkah yang kita upayakan tersebut, antrian panjang BBM di Kabupaten Kobar dapat di atasi, serta aktivitas di SPBU dapat berjalan lancar kembali," demikian Lucky Harianto.
Baca juga: Tradisi adat Desa Sabuai berpotensi jadi wisata budaya unggulan Kobar
Baca juga: Bupati Kobar minta masyarakat tingkatkan kewaspadaan terhadap bahaya karhutla
Baca juga: OJK Kalteng bangun ekosistem keuangan inklusif di KNMP Tanjung Putri
Pewarta : Safitri RA
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.