kingsheadwye.com

Bupati Lamongan minta Bapperida rancang program gerakan biopori - ANTARA News Jawa Timur

Lamongan (ANTARA) - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meminta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menyusun program Gerakan Biopori sebagai upaya mengurangi risiko banjir, genangan, dan kekurangan air saat musim kemarau.

"Saya memandang perlu biopori. Saya minta nanti ada Gerakan Biopori dalam waktu dekat, apakah sejuta, 100.000, atau minimal 1.000 biopori, yang bisa dikerjakan bersama-sama," ujarnya saat melepas mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) dari delapan perguruan tinggi dalam kegiatan KKN Megilan Expo di Lamongan, Jawa Timur, Rabu. 

Ia menjelaskan bahwa program tersebut nantinya melibatkan sejumlah perguruan tinggi dan mahasiswa, dengan prioritas pelaksanaan di Kecamatan Sarirejo yang saat ini mengalami kekurangan air.

Menurut Yuhronur, inovasi biopori yang ditampilkan mahasiswa dalam KKN Megilan Expo berpotensi diadopsi pemerintah daerah karena bermanfaat meningkatkan daya resap air dan memperkuat ketahanan air di tingkat desa.

Biopori merupakan lubang resapan air berdiameter kecil yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah untuk meningkatkan daya serap air, mengurangi limpasan permukaan, serta membantu mengisi cadangan air tanah. Metode tersebut dimanfaatkan untuk pengolahan sampah organik melalui proses pengomposan alami di dalam tanah.

Sementara itu, Kepala Bapperida Lamongan Sujarwo mengatakan KKN yang berlangsung pada Juli-Agustus 2026 diikuti delapan perguruan tinggi dengan total lebih dari 3.200 mahasiswa yang ditempatkan di sejumlah kecamatan dan desa di Lamongan.

Ia berharap berbagai inovasi dan program kerja yang dipamerkan mahasiswa dapat menjadi rekomendasi bagi pemerintah setempat dalam penyusunan kebijakan, khususnya terkait pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi desa.

Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.