Wagub Fadhlullah Tegaskan Semen Langka di Aceh Perlambat Pemulihan Bencana Hidrometeorologi
Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:59 WIB
Aceh, VIVA – Pemerintah Provinsi Aceh meminta Pemerintah Pusat untuk menambah pasokan semen ke daerah tersebut karena telah terjadi kelangkaan sejak sebulan terakhir. Bahkan, harganya pun melonjak naik.
Baca Juga
Permintaan itu disampaikan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah kepada Mendagri Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRR) serta Danantara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kelangkaan semen ini bisa mempengaruhi proses rehab-rekon pasca bencana hidrometeorologi di Aceh,” kata Fadhlullah dalam keterangannya, di Banda Aceh, Rabu
Baca Juga
Selain kepada Mendagri, Wagub Aceh juga telah melaporkan persoalan kelangkaan semen ini kepada CEO Danantara, Rosan Roeslani, dan Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria guna dicarikan solusi terbaik.
Dalam laporannya kepada Mendagri dan Danantara, Wagub Aceh menyampaikan bahwa telah terjadi lonjakan permintaan semen di Aceh dalam beberapa waktu terakhir.
Hal itu terjadi, karena sudah dimulainya pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi serta meningkatnya kegiatan pembangunan di berbagai daerah sehingga permintaan meningkat.Fadhlullah menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasi pemerintah Aceh, proyeksi kebutuhan semen di Aceh saat ini telah mencapai sekitar 4.200 ton (105.000 sak) per hari, sementara kapasitas pasokan yang tersedia baru sekitar 3.700 ton (92.500 sak) per hari, sehingga masih terjadi defisit sekitar 500 ton per hari atau sekitar 12.500 sak per hari.
Baca Juga
Kondisi tersebut telah memicu kenaikan harga semen di pasaran dari sekitar Rp70.000 per sak menjadi Rp120.000 per sak, sehingga mulai berdampak terhadap masyarakat dan pelaksanaan berbagai proyek pembangunan.
Sehubungan dengan kondisi tersebut, maka Pemerintah Aceh meminta dukungan pusat untuk dapat mempercepat penambahan pasokan semen ke Aceh guna memenuhi kebutuhan masyarakat serta pemulihan bencana.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Sehingga kebutuhan masyarakat dan percepatan rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana dapat terpenuhi, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran," ujar Fadhlullah.
Sebelumnya, persoalan semen ini juga telah dibahas Pemerintah Aceh dalam rapat evaluasi kelangkaan semen bersama stakeholder terkait. Dalam rapat itu, PT Solusi Bangun Andalas (pabrik semen di Aceh) menyatakan mulai menambah jam operasional terminal pengisian Krueng Geukuh II dari 16 jam menjadi 24 jam per hari.
Halaman Selanjutnya
Selain itu, SBA juga menambah pasokan semen curah dari luar Aceh melalui tiga kapal pengiriman. Di mana, kapal pertama telah bersandar di Pelabuhan Krueng Geukuh pada Minggu (2/8), dengan membawa semen curah. Pengiriman berikutnya dilakukan secara bertahap sepanjang Agustus untuk memastikan ketersediaan semen di Aceh tetap terjaga. (Ant)