kingsheadwye.com

DJKN catat realisasi PNBP Lampung capai Rp250,08 miliar di semester I-2026

DJKN catat realisasi PNBP Lampung capai Rp250,08 miliar di semester I-2026

Rabu, 5 Agustus 2026 17:58 WIB

Image Print

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Lampung dan Bengkulu Windraty Ariane Siallagan memberikan keterangan terkait kinerja pengelolaan aset dan barang milik negara di Lampung. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi

Sampai dengan 30 Juni realisasi PNBP kekayaan negara dan lelang di Provinsi Lampung mencapai Rp250,08 miliar

Bandarlampung (ANTARA) - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Lampung dan Bengkulu menyatakan bahwa realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di Provinsi Lampung pada semester I-2026 mencapai Rp250,08 miliar.

"Sampai dengan 30 Juni realisasi PNBP kekayaan negara dan lelang di Provinsi Lampung mencapai Rp250,08 miliar dan pertumbuhannya mencapai 1.339 persen bila dibandingkan Juni 2025," ujar Kepala Kanwil DJKN Lampung dan Bengkulu Windraty Ariane Siallagan, di Bandarlampung, Rabu.

Ia mengatakan tingginya persentase kenaikan PNBP secara tahunan tersebut, disebabkan adanya lonjakan PNBP secara tidak terduga pada April yang berasal dari pengelolaan aset melalui pemanfaatan dengan mekanisme sewa.

"Dan capaian realisasi PNBP tersebut telah mencapai 812,97 persen dari target di 2026. Realisasi PNBP tersebut didominasi oleh penerimaan dari barang milik negara (BMN) dengan kontribusi 96,30 persen atau Rp240,8 miliar dari total realisasi," katanya.

Dia menjelaskan komponen lain yang mendukung tercapainya realisasi PNBP sebesar Rp250,08 miliar di semester I-2026 yakni berasal dari lelang berupa lelang eksekusi dan non eksekusi dengan nilai mencapai Rp9,2 miliar atau 3,68 persen dari total realisasi, dan piutang bidang PN sebesar Rp37 juta atau 0,01 persen.

"Adanya penerimaan barang milik negara yang menjadi kontributor utama sebesar 96,30 persen dari total realisasi ini menunjukkan adanya optimalisasi pengelolaan aset negara yang sudah berjalan dengan baik," ujar dia pula.

Kemudian adanya pertumbuhan PNBP sebesar 1.339 persen mencerminkan peningkatan kinerja yang kuat dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

"Dan dari sisi lain perlu adanya ruang optimalisasi lelang dan piutang, yang tercermin dari kontribusi lelang sebesar 3,68 persen, serta piutang yang hanya 0,01 persen dan masih relatif kecil. Sehingga diperlukan strategi untuk mendorong peningkatan realisasi dari kedua sumber tersebut," ujarnya lagi.

Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.