Bupati minta perbaikan infrastruktur dukung pengendalian inflasi - ANTARA News Kalimantan Barat
Bengkayang (ANTARA) - Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis meminta dukungan pemerintah pusat dan Pemprov Kalbar untuk mempercepat perbaikan infrastruktur jalan dan distribusi energi sebagai langkah strategis menjaga kelancaran pasokan barang sekaligus mengendalikan inflasi di wilayah perbatasan.
Permintaan tersebut disampaikan Sebastianus Darwis saat menghadiri High Level Meeting Pengendalian Inflasi Provinsi Kalimantan Barat yang dipimpin Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak, Rabu.
Sebastianus mengatakan kondisi infrastruktur, terutama ruas jalan Bengkayang-Singkawang, masih menjadi tantangan yang mempengaruhi kelancaran distribusi logistik, termasuk pasokan beras dari Perum Bulog di Singkawang ke Kabupaten Bengkayang.
"Percepatan perbaikan ruas jalan Bengkayang-Singkawang sangat penting untuk memperlancar distribusi logistik sehingga pasokan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga dan dapat membantu pengendalian inflasi," katanya.
Selain infrastruktur jalan, ia juga menyoroti persoalan distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang dikeluhkan pelaku usaha angkutan barang. Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Bengkayang telah dua kali menggelar rapat koordinasi, masing-masing bersama sopir ekspedisi dan PT Pertamina, guna mencari solusi atas keterbatasan pasokan tersebut.
Sebastianus menjelaskan, berdasarkan hasil pembahasan, distribusi solar terkendala karena keterbatasan stok serta akses menuju sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang belum memadai sehingga mobil tangki berkapasitas besar mengalami kesulitan melakukan pengisian.
"Kondisi ini diperparah karena akses menuju beberapa SPBU masih sempit sehingga mobil tangki Pertamina berukuran besar kesulitan masuk. Selain itu, truk transportir yang seharusnya dapat mengangkut delapan kiloliter, dalam praktiknya hanya membawa sekitar lima kiloliter. Hal ini perlu mendapat perhatian bersama," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi Pertamina yang telah membangun infrastruktur energi melalui program daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) sehingga membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di kawasan perbatasan.
Di sisi lain, Sebastianus mengungkapkan distribusi elpiji bersubsidi juga masih menghadapi tantangan. Menurut dia, tabung elpiji yang disalurkan di Bengkayang masih dibeli oleh masyarakat dari daerah lain, seperti Kabupaten Landak dan kawasan Aruk di Kabupaten Sambas, sehingga berpotensi mempengaruhi ketersediaan elpiji bagi warga Bengkayang.
Untuk mendukung konektivitas kawasan perbatasan, Bupati juga meminta dukungan peningkatan kapasitas ruas jalan Anjungan-Jagoi Babang yang menjadi jalur strategis menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang.
"Peningkatan kualitas jalan tersebut tentu akan memperlancar distribusi barang dan jasa, memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat, serta mendukung pengembangan kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia," ujarnya.
Bupati Darwis berharap berbagai persoalan yang disampaikan dalam High Level Meeting tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sebagai bagian dari upaya memperkuat rantai pasok, menjaga stabilitas harga, dan mengendalikan inflasi, khususnya di Kabupaten Bengkayang sebagai daerah perbatasan.
Pewarta: Narwati
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.