PR Besar Persebaya Surabaya Sambut Musim 2026/2027
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304262/original/046300400_1784711019-SaveInta.com_751819317_18412325902146613_6360302663116585628_n.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Surabaya - Menjelang bergulirnya Super League 2026/2027, Bernardo Tavares menempatkan pembenahan organisasi pertahanan sebagai agenda paling mendesak di Persebaya Surabaya. Penekanan itu ia sampaikan setelah timnya bermain imbang 2-2 melawan PSIS Semarang.
Laga bertajuk 99th Anniversary Game digelar di Stadion Gelora Bung Tomo pada Minggu (19/7/2026). Persebaya tampil agresif dan produktif, tetapi keunggulan yang sempat diraih dua kali terhapus karena kelengahan di belakang.
Pelatih asal Portugal berusia 46 tahun tersebut tetap mengapresiasi determinasi skuadnya, namun ia menegaskan sektor belakang menyimpan pekerjaan rumah yang harus dibereskan sebelum kompetisi resmi dimulai.
Pertahanan Jadi Pekerjaan Mendesak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304261/original/028059500_1784711019-SaveInta.com_750290246_18412325887146613_2698593532001506055_n.jpg)
Perbesar
Tavares menilai dua gol yang bersarang ke gawang Bajul Ijo sebenarnya dapat dicegah. Ia melihat masalah bersumber dari kesalahan individu yang beririsan dengan koordinasi tim
"Ada banyak hal positif yang saya lihat. Kami mampu menciptakan banyak peluang. Namun, ada juga hal yang harus segera diperbaiki, terutama dua gol yang kami kebobolan akibat kesalahan individu dan kolektif yang seharusnya bisa dihindari," kata Tavares.
Menurutnya, Persebaya mampu tampil dominan ketika berhasil menjaga tempo permainan dan menekan lawan secara konsisten. Begitu konsentrasi menurun, PSIS mendapatkan ruang untuk membangun serangan yang berujung gol.
Kegagalan menjaga keunggulan di momen krusial menjadi catatan utama Tavares. Ia menekankan pentingnya disiplin bertahan sejak lini depan agar celah di area pertahanan tidak kembali muncul.
Dua Kali Unggul, Dua Kali Disamakan
Persebaya dua kali memimpin dalam pertandingan ini. Alex Martins membuka keunggulan pada babak pertama sekaligus mencetak gol perdananya bersama Bajul Ijo.
Selepas turun minum, Yann Mabella mengembalikan keunggulan Persebaya setelah PSIS sempat menyamakan kedudukan.
Namun, di kedua situasi tersebut, PSIS mampu memanfaatkan kelengahan barisan belakang tuan rumah untuk mencetak gol balasan. Momentum yang terbangun di fase menyerang tidak sepenuhnya diikuti kerapatan saat bertahan.
Finishing Juga Disorot
Selain pembenahan pertahanan, efektivitas penyelesaian akhir turut disorot. Tavares menilai Persebaya seharusnya bisa mengunci kemenangan bila lebih klinis memanfaatkan peluang.
"Kami seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol. Peluang yang kami ciptakan cukup banyak. Yang perlu diperbaiki adalah akurasi dan pengambilan keputusan di sepertiga akhir lapangan," ujarnya.
Mantan pelatih PSM Makassar itu menegaskan hasil uji coba bukan tujuan utama. Partai melawan PSIS dimanfaatkan untuk mengukur progres tim sekaligus memberi menit bermain kepada banyak pemain.
"Pada pertandingan ini kami sengaja memberikan kesempatan kepada banyak pemain. Bermain di latihan tentu berbeda dengan bermain di depan ribuan suporter di Stadion GBT. Saya ingin melihat siapa saja yang mampu tampil di bawah tekanan pertandingan sesungguhnya," ungkapnya.
Walau gagal memberi kemenangan di hadapan Bonek dan Bonita, Tavares menyebut laga ini menyediakan bahan evaluasi yang berguna. Ia yakin berbagai kekurangan, khususnya di lini pertahanan, dapat segera dibenahi agar Persebaya lebih siap memasuki agenda resmi musim 2026/2027.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Barcelona Amankan Wonderkid Klub Belgia, Karim Adeyemi Segera Diresmikan