kingsheadwye.com

Capaian SLHS SPPG makan bergizi gratis di Jawa Barat menembus 87 persen - ANTARA News Jawa Barat

Bandung (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mencatat sebanyak 87 persen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya telah mengantongi Sertifikat Laik Sehat Hygiene Sanitasi (SLHS) dari total 6.885 SPPG yang terdata secara resmi.

"Sampai saat ini capaian SLHS SPPG yang tercatat di kami sudah di angka 87 persen dari total 6.885 SPPG yang ada di Laporan Kementerian Kesehatan di Jawa Barat," kata Fungsional Epidemiolog Kesehatan Ahli Madya Dinkes Jabar Agus Sukandar di Bandung, Jumat.

Agus yang juga perwakilan dinas pada Satgas MBG Jabar, menegaskan penetapan keabsahan higienitas tersebut menjadi benteng utama pemerintah daerah dalam menjamin keamanan serta kelayakan konsumsi pangan bagi jutaan anak sekolah, ibu hamil, dan balita penerima manfaat program MBG di 27 kabupaten/kota.

Karenanya, lanjut Agus, pihaknya terus mempercepat proses pengurusan SLHS bagi 13 persen SPPG yang saat ini masih dalam tahap pemenuhan dokumen persyaratan.

"Untuk sisa 13 persen yang sedang berproses, kami terus melakukan evaluasi dan pemantauan berkala ke kabupaten/kota agar seluruh persyaratan segera dipenuhi," kata Agus.

Agus menerangkan bahwa SLHS bisa diterbitkan secara resmi setelah SPPG memenuhi tiga kriteria ketat yang diverifikasi oleh puskesmas setempat.

Persyaratan mutlak tersebut mencakup nilai Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) minimal 80 persen, hasil uji laboratorium bahan makanan yang terbebas dari cemaran bakteriologis maupun bahan kimia berbahaya (seperti boraks dan formalin).

"Serta minimal 50 persen tenaga penjamah makanan telah mengikuti pelatihan resmi higienitas sanitasi," kata Agus.

Agus menambahkan hal ini dilakukan demi memastikan program prioritas negara ini berjalan tanpa masalah dan tujuannya untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat terpenuhi secara optimal.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.