Karhutla Bromo Tewaskan 4 Korban, Salah Satunya Atlet Panjat Tebing Berbakat
Surabaya -
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di gunung Bromo menelan empat korban jiwa. Salah satunya adalah atlet panjat tebing berbakat dari Probolinggo, Jawa Timur.
Kobaran api karhutla di Bromo yang terjadi saat petugas gabungan berupaya melakukan pemadaman berujung pada tragedi, setelah ada empat orang korban meninggal dunia, tepatnya di wilayah Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Enam orang dilaporkan terjebak dalam kebakaran yang terjadi pada Kamis (15/10). Pada laporan awal, tiga orang dinyatakan meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka bakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, jumlah korban meninggal bertambah menjadi empat setelah Hendra Rony Wagiyanata, salah seorang petugas yang mengalami luka bakar, meninggal dunia saat menjalani perawatan medis.
Korban terdiri dari petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), sekuriti hotel, dan unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran. Salah satu dari empat korban meninggal bernama Sefeil Ardiansah. Dia ternyata seorang atlet panjat tebing berbakat dari Probolinggo.
Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo pun merasakan duka yang mendalam. Iwan Rosidi, pelatih di FPTI Kota Probolinggo mengungkapkan, sejak menerima kabar awal, pihaknya berupaya menghubungi Sefril Ardiansah, melalui telepon. Namun, upaya tersebut tidak mendapat respons.
Kepergian Sefril menjadi pukulan berat bagi keluarga besar FPTI Kota Probolinggo. Semasa hidupnya, dia dikenal sebagai atlet yang memiliki potensi dan tengah dipersiapkan untuk menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk agenda kompetisi pada 2027.
Tak hanya dikenal karena prestasinya, Sefril juga meninggalkan kesan mendalam bagi rekan-rekan dan lingkungan pembinaan atlet.
"Sefril adalah atlet yang baik. Orangnya sangat suka membantu, terus peduli sama adik-adik angkatannya. Jadi kami sangat terpukul," ujarnya.
Sementara itu, polisi masih mendalami penyebab kebakaran dan rangkaian peristiwa yang membuat enam orang tersebut terjebak.
Kebakaran terjadi di kawasan Gunung Bromo pada Kamis (15/10). Dua lokasi yang terdampak berada di Bukit Kembang Puncak Sari dan Pusung Lingker, wilayah Sukapura, Kabupaten Probolinggo, tepatnya di sebelah timur Mentigen.
Kebakaran dilaporkan sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, berdasarkan keterangan Balai Besar TNBTS, informasi mengenai titik api telah diterima sejak pagi hari.
Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, mengatakan petugas telah berupaya menangani kebakaran sebelum insiden yang menewaskan para korban terjadi.
"Ada informasi titik api sejak pagi tadi. Kemudian Pak Sukaris bersama rekan-rekan lain melakukan penanganan kebakaran," ucap Endrip.
Petugas TNBTS bersama unsur gabungan lainnya kemudian berupaya memadamkan api di kawasan tersebut. Dalam proses penanganan itulah enam orang dilaporkan terjebak kobaran api.
Peristiwa yang menimpa enam orang tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, ketika petugas gabungan berupaya menangani kebakaran di kawasan Mentigen dan Pusung Lingker.
---------
Artikel telah naik di detikJatim, bisa dibaca selengkapnya di sini dan di sini.
(wsw/wsw)