kingsheadwye.com

Cegah Kasus Keracunan, MBG Diberi Label Harus Dikonsumsi Maksimal 4 Jam Setelah Masakan Matang |Republika Online

Pelajar menyantap hidangan makan bergizi gratis (MBG) di SD Negeri Pejaten Barat 01, Jakarta, Selasa (4/8/2026). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan realisasi anggaran MBG telah mencapai Rp101,1 triliun hingga akhir triwulan II 2026 dengan menjangkau sebanyak 63,13 juta penerima manfaat. Menurutnya, pelaksanaan program MBG menjadi salah satu faktor peningkatan belanja pemerintah pusat pada semester tahun ini. Sementara berdasarkan hasil putusan Mahkamah Konstitusi, mewajibkan anggaran program MBG dipisahkan dari anggaran pendidikan paling lambat pada APBN 2028.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Gizi Nasional (BGN) memberlakukan penggunaan label dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, setiap makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat disertai label batas waktu maksimal untuk dikonsumsi. 

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, makanan yang disediakan oleh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) harus dikonsumsi maksimal 4 jam setelah matang. Batas waktu itu akan tercantum dalam label dalam label yang terpasang di MBG. Karena itu, setiap penerima manfaat diminta melakukan pengecekan untuk memastikan MBG masih layak sebelum dikonsumsi. 

"Manakala lebih dari jam yang ditentukan, kami mohon dengan sangat hormat untuk tidak dikonsumsi. Saya ulangi, untuk tidak dikonsumsi manakala melewati jam batas yang ditentukan," kata dia melalui keterangan video, Senin (10/8/2026).

Ia juga mengimbau para siswa untuk tidak membawa pulang MBG yang dibagikan di sekolah. Di sisi lain, para guru juga diminta mengingatkan anak-anak mengonsumsi MBG di sekolah, alih-alih menghabiskan di rumah.

Sudaryono menilai, MBG yang dibawa pulang ke rumah sangat berpotensi menyebabkan keracunan. Sebab, tidak ada jaminan kualitas MBG itu masih baik, lantaran sudah melewati batas waktu konsumsi. 

"Bahkan di beberapa kasus keracunan yang kami temukan, bahkan orang tua siswa yang mengonsumsi MBG di rumah itu kemudian juga mengalami keracunan," ujar dia.

Ia menyatakan, pihaknya akan terus berupaya melakukan pengawasan untuk memastikan setiap MBG yang dibagikan itu tetap aman. Namun, masyarakat juga harus ikut mengawasi agar program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu bisa berjalan optimal.