Gaji pemain Liga Inggris dibayar mingguan? Ini faktanya
Jakarta (ANTARA) - Saat membaca berita sepak bola khususnya Liga Inggris, Anda mungkin sering menemukan informasi soal gaji pemain yang ditulis dalam hitungan per minggu. Misalnya, seorang pemain disebut mendapatkan 200 ribu poundsterling per pekan atau bahkan lebih.
Hal ini cukup berbeda dengan kebiasaan di Indonesia. Kita lebih sering mendengar seseorang memiliki gaji Rp5 juta atau Rp10 juta per bulan.
Lantas, apakah pemain Liga Inggris benar-benar menerima gaji setiap minggu?
Jawabannya, belum tentu. Penyebutan gaji per minggu lebih berkaitan dengan tradisi sepak bola Inggris dalam menghitung dan menyebut nilai kontrak pemain. Dalam praktiknya, pembayaran gaji dapat dilakukan secara berkala sesuai kesepakatan antara pemain dan klub.
Lalu, dari mana tradisi tersebut berasal?
Untuk memahami kebiasaan ini, kita perlu kembali ke Inggris sekitar 140 tahun lalu.
Pada masa Revolusi Industri, sepak bola sangat dekat dengan kehidupan masyarakat kelas pekerja. Banyak buruh bekerja selama enam hari dalam seminggu dan memiliki waktu luang pada Sabtu sore.
Sabtu kemudian menjadi hari yang identik dengan pertandingan sepak bola. Setelah menerima upah, para pekerja bisa pergi ke stadion untuk menyaksikan klub kesayangan mereka.
Baca juga: Xabi Alonso sebut skuad Chelsea seimbang sesuai kebutuhan Liga Inggris
Saat itu, sepak bola belum menjadi industri besar seperti sekarang. Pemain juga belum mendapatkan bayaran fantastis seperti bintang Premier League.
Pada 1885, The Football Association (FA) mulai mengakui status pemain profesional. Artinya, pemain boleh mendapatkan bayaran dari klub karena bermain sepak bola.
Namun, klub kemudian menerapkan berbagai aturan untuk mengontrol gaji pemain.
Pada 1901, FA Inggris menerapkan aturan maximum wage atau batas maksimal gaji pemain.
Saat itu, pemain sepak bola profesional hanya boleh mendapatkan maksimal £4 per minggu.
Aturan tersebut membuat pemain tidak bisa bebas menentukan nilai ekonominya. Bahkan ketika sepak bola semakin populer, penghasilan pemain tetap dibatasi.
Batas gaji tersebut kemudian mengalami beberapa perubahan. Pada 1950-an, misalnya, batas maksimal gaji pemain naik menjadi £20 per minggu.
Namun, banyak pemain masih harus memiliki pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Sistem tersebut akhirnya mendapat perlawanan dari pemain.
Jimmy Hill mengubah sejarah gaji pemain
Salah satu tokoh penting dalam perjuangan tersebut adalah Jimmy Hill, pemain Fulham yang juga aktif di Professional Footballers' Association (PFA), organisasi yang mewakili pemain profesional Inggris.
Hill menentang aturan maximum wage karena menganggap pemain seharusnya memiliki hak untuk mendapatkan bayaran sesuai kemampuan dan nilai mereka.
Pada 1961, batas maksimal gaji tersebut akhirnya dihapus.
Penghapusan aturan itu langsung mengubah situasi. Salah satu pemain yang mendapat keuntungan adalah rekan Hill di Fulham, Johnny Haynes.
Haynes mendapatkan gaji sebesar £100 per minggu, sebuah angka yang sangat besar untuk ukuran sepak bola Inggris pada masa itu.
Sejak saat itulah pemain semakin memiliki kekuatan untuk bernegosiasi dengan klub mengenai gaji mereka.
Baca juga: Manchester United umumkan rekap transfer sementara 2026
Premier League membuat gaji pemain semakin besar
Memasuki 1992, Premier League resmi berdiri dan sepak bola Inggris memasuki era baru.
Hak siar televisi, sponsor, penjualan tiket, merchandise, dan berbagai sumber pemasukan lainnya membuat klub memiliki uang jauh lebih besar.
Gaji pemain pun ikut meningkat.
Namun, meskipun industri sepak bola sudah berubah total, tradisi menyebut gaji pemain berdasarkan hitungan mingguan tetap bertahan.
Itulah sebabnya hingga sekarang kita sering membaca berita seperti "pemain tersebut mendapatkan £300 ribu per minggu".
Cristiano Ronaldo merupakan contoh yang mudah ditemukan.
Ketika kembali ke Manchester United pada 2021, berbagai laporan media menyebut Ronaldo mendapatkan gaji sekitar £385 ribu per minggu.
Angka tersebut kemudian sering digunakan media untuk menggambarkan besarnya nilai kontrak Ronaldo.
Jika dikalikan 52 minggu, £385 ribu per minggu setara dengan sekitar £20 juta per tahun, sebelum memperhitungkan bonus dan berbagai komponen kontrak lainnya.
Namun, bukan berarti Ronaldo setiap tujuh hari menerima transfer sebesar £385 ribu ke rekeningnya.
Angka tersebut merupakan cara untuk menggambarkan nilai gaji berdasarkan hitungan mingguan.
Baca juga: Bruno Guimaraes gabung Arsenal dari Newcastle United
Jadi, apakah pemain benar-benar dibayar setiap minggu?
Ini bagian yang sering membuat orang salah paham.
Ketika media menulis seorang pemain mendapatkan £200 ribu per minggu, bukan berarti klub wajib mentransfer uang tersebut setiap tujuh hari.
Pembayaran gaji mengikuti kesepakatan yang tercantum dalam kontrak pemain. Bisa saja pembayaran dilakukan secara bulanan atau berdasarkan jadwal pembayaran tertentu.
Sementara itu, angka "per minggu" digunakan untuk menunjukkan berapa nilai gaji pemain jika dihitung dalam periode satu minggu.
Jadi, istilah tersebut lebih tepat dipahami sebagai weekly wage, bukan selalu sebagai jadwal transfer gaji.
Ada alasan sederhana. Angka mingguan terdengar lebih mudah dibandingkan angka tahunan.
Misalnya, seorang pemain mendapatkan £10,4 juta per tahun.
Media bisa menuliskannya sebagai sekitar £200 ribu per minggu.
Secara matematis, keduanya kurang lebih menunjukkan nilai yang sama jika dihitung berdasarkan 52 minggu dalam setahun.
Namun, angka £200 ribu per minggu tentu terdengar jauh lebih mencolok dan lebih mudah digunakan ketika membandingkan gaji pemain.
Tradisi ini kemudian semakin kuat karena sudah digunakan selama puluhan tahun dalam pemberitaan sepak bola Inggris.
Jadi, ketika membaca pemain mendapatkan ratusan ribu poundsterling per minggu, pahami angka tersebut sebagai nilai gaji yang dihitung berdasarkan satu minggu, bukan selalu sebagai jadwal pembayaran gaji.
Tradisi yang sudah berusia lebih dari satu abad itu ternyata masih bertahan hingga era sepak bola modern.
Baca juga: Liverpool resmi pinjam bek Uruguay Ronald Araujo dari Barcelona
Baca juga: Tottenham Hotspur perpanjang kontrak Micky van de Ven
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.