kingsheadwye.com

Cek Harga Emas Pegadaian Hari Ini 13 Juli 2026

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas buatan Galeri24, Antam dan UBS beragan di laman Pegadaian pada Senin, (13/7/2026) pukul 10.30 WIB. Tiga produk logam mulia itu di kisaran Rp 2,61 juta-Rp 2,74 juta.

Mengutip Antara, harga emas buatan Galeri24 dibanderol Rp 2.612.000. Lalu harga emas buatan Antam ditetapkan Rp 2.741.000. Selanjutnya harga emas buatan UBS dipatok Rp2.624.000 per gram.

Akan tetapi, harga tersebut sewaktu-waktu bisa berubah.

Adapun, emas di Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara itu, emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram. Sedangkan Antam di Pegadaian hanya hingga 100 gram.

Berikut daftar lengkap harga emas di Pegadaian dari masing-masing produk:

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.370.000
  • 1 gram: Rp 2.612.000.
  • ‎2 gram: Rp 5.161.000
  • ‎5 gram: Rp 12.809.000
  • ‎10 gram: Rp 25.550.000
  • ‎25 gram: Rp 63.531.000
  • ‎50 gram: Rp 126.961.000
  • ‎100 gram: Rp 253.796.000
  • ‎250 gram: Rp 632.930.000
  • ‎500 gram: Rp 1.265.859.000
  • ‎1.000 gram: Rp 2.531.718.000

Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.423.000
  • ‎1 gram: Rp 2.741.000
  • ‎2 gram: Rp 5.419.000
  • 3 gram: Rp 8.102.000
  • ‎5 gram: Rp 13.468.000
  • 10 gram: Rp 26.879.000
  • ‎25 gram: Rp 67.067.000
  • ‎50 gram: Rp134.051.000
  • ‎100 gram: Rp 268.021.000

UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.419.000
  • ‎1 gram: Rp 2.624.000
  • ‎2 gram: Rp 5.209.000
  • ‎5 gram: Rp 12.871.000
  • 10 gram: Rp 25.607.000
  • ‎25 gram: Rp 63.892.000
  • ‎50 gram: Rp 127.522.000
  • ‎100 gram: Rp 254.942.000
  • 250 gram: Rp 637.166.000
  • ‎500 gram: Rp 1.272.836.000

Harga Emas Diprediksi Masih Tertekan, Simak Level Support dan Resistance

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Perbesar

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Sebelumnya, prospek harga emas dalam jangka pendek masih dibayangi ketidakpastian. Survei mingguan Kitco News menunjukkan analis Wall Street maupun investor ritel di Main Street belum memiliki pandangan yang sama mengenai arah pergerakan logam mulia pada pekan ini.

Perbedaan pendapat itu muncul setelah harga emas gagal keluar dari fase konsolidasi dan masih tertekan oleh penguatan dolar AS serta tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.

Dalam survei yang melibatkan 13 analis Wall Street, dikutip dari Kitco, Senin (13/7/2026), sebanyak lima responden atau 38% memperkirakan harga emas akan naik pada pekan ini. Sementara tiga analis atau 23% memprediksi harga emas akan melemah. Adapun lima analis lainnya atau 38% memilih bersikap netral dan memperkirakan harga emas bergerak mendatar.

Hasil yang hampir serupa juga terlihat dari jajak pendapat terhadap investor ritel. Dari 282 responden, sebanyak 117 orang atau 42% memperkirakan harga emas akan naik, sedangkan 108 responden atau 38% memprediksi harga emas turun. Sisanya, 20%, memperkirakan harga emas masih bergerak dalam fase konsolidasi.

Fokus pada Kebijakan Federal Reserve

Ilustrasi Federal Reserve, The Fed

Perbesar

Ilustrasi Federal Reserve, The Fed. (Photo by Joshua Hoehne on Unsplash)

Menurut Kepala Strategi Mata Uang InvestingLive, Adam Button, prospek emas masih sulit menguat selama konflik di Timur Tengah terus menopang harga minyak.

"Sulit untuk antusias terhadap emas selama konflik di Iran masih berlangsung. Risiko kenaikan harga minyak lebih besar, sehingga justru berpotensi menjadi tekanan bagi emas," katanya.

Sementara itu, analis VR Metals/Resource Letter Mark Leibovit tetap optimistis. Ia memperkirakan harga emas masih berpeluang naik ke kisaran US$ 4.700 hingga US$ 4.800 per ounce dalam beberapa pekan mendatang.

Sejumlah analis pasar memperkirakan harga emas masih menghadapi tekanan dalam jangka pendek meski ketegangan geopolitik masih berlangsung.

Fokus investor kini tertuju pada data inflasi Amerika Serikat (AS) dan arah kebijakan bank sentral AS (Federal Reserve) yang dinilai akan menjadi penentu pergerakan logam mulia pada pekan depan.

Analis komoditas senior StoneX Group, Daniel Pavilonis, menilai tren teknikal emas masih lemah. Menurutnya, arus dana mulai beralih ke pasar saham dan sektor teknologi sehingga minat terhadap logam mulia berkurang.

Ia memperkirakan jika harga emas menembus level terendah terbaru, penurunannya dapat berlanjut ke kisaran US$ 3.800 hingga US$ 3.600 per ounce, bahkan tidak menutup kemungkinan bergerak lebih rendah sebelum akhirnya kembali menarik minat beli investor.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6