Cerita Farras, Jadi Orang Pertama di Keluarganya yang Raih Gelar Sarjana
Jumat, 18 September 2026 - 17:58 WIB
VIVA –Bagi sebagian orang, melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi mungkin menjadi hal yang biasa. Namun, bagi keluarga yang belum pernah memiliki anggota keluarga dengan gelar sarjana, kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi bisa memiliki arti yang jauh lebih besar. Perjalanan menuju bangku kuliah bukan hanya tentang belajar dan mendapatkan ijazah, tetapi juga menjadi langkah untuk membuka peluang baru di masa depan.
Baca Juga
Menjadi orang pertama di keluarga yang berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi juga bisa membawa kebanggaan tersendiri. Pencapaian tersebut seolah menjadi penanda bahwa keterbatasan bukan selalu menjadi alasan untuk berhenti mengejar cita-cita. Di balik sebuah gelar, ada perjuangan mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan, dukungan keluarga yang terus menguatkan, serta harapan agar pencapaian tersebut dapat membuka jalan yang lebih luas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bagi orang tua, keberhasilan anak menyelesaikan pendidikan tinggi juga memiliki makna yang mendalam. Terlebih ketika mereka menyaksikan sendiri bagaimana anaknya berusaha melewati setiap tahap hingga akhirnya berhasil meraih gelar yang selama ini diimpikan. Perjalanan seperti itu dialami Farras, yang merupakan lulusan jurusan keperawatan. Ia menjadi orang pertama di keluarganya yang berhasil meraih gelar sarjana.
Baca Juga
Pencapaian tersebut tidak hanya menjadi keberhasilan bagi Farras, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi keluarganya. Sang ibu, Yayah, melihat perjalanan pendidikan anaknya sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar mendapatkan gelar. Bagi sang ibu, Yayah, keberhasilan Farras bukan sekadar tentang mendapatkan gelar. Ada rasa bangga karena anaknya mampu mencapai sesuatu yang sebelumnya belum pernah diraih anggota keluarga mereka.
"Terkadang, yang membuat orang tua yakin bukan hanya nama universitasnya, tetapi juga orang-orang di baliknya, mereka yang percaya pada anak-anak mereka dan mendampingi setiap langkah perjalanan mereka," kata dia.
Baca Juga
![]()
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bagi Yayah, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan seorang anak. Menurutnya, keyakinan orang tua juga tumbuh ketika mereka melihat anak mendapatkan lingkungan yang dapat mendukung dan mendampinginya selama menjalani pendidikan.
Kisah Farras menjadi gambaran bahwa perjalanan setiap mahasiswa untuk mendapatkan pendidikan tinggi tidak selalu sama. Ada yang harus berjuang menghadapi keterbatasan ekonomi, membantu keluarga, bekerja sambil kuliah, atau menjadi orang pertama di keluarganya yang melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Halaman Selanjutnya
Dalam kondisi seperti itu, dukungan dari keluarga dan lingkungan pendidikan dapat menjadi bagian penting agar mahasiswa tetap memiliki semangat untuk menyelesaikan pendidikannya.