kingsheadwye.com

Dari Huntap, harapan baru warga Taput tumbuh kembali - ANTARA News Sumatera Utara

Tapanuli Utara (ANTARA) - Deretan rumah yang berdiri kokoh di Desa Dolok Nauli kini menjadi penanda bahwa masa-masa sulit akibat bencana perlahan telah berlalu. Dinding yang baru dicat, halaman yang mulai ditanami bunga dan sayuran, serta tawa anak-anak yang kembali bermain di sekitar permukiman menjadi gambaran bangkitnya harapan masyarakat Tapanuli Utara.

Sebanyak 103 unit Hunian Tetap (Huntap) Komunal dan 37 unit Huntap Mandiri kini telah rampung dibangun Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara bersama pemerintah pusat melalui program percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. 

Rumah-rumah tersebut bukan sekadar bangunan pengganti, tetapi menjadi tempat bagi warga untuk memulai kembali kehidupan yang sempat terhenti.

Progres pemulihan itu ditinjau langsung Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat bersama Koordinator Wilayah Sumatera Utara Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana, Brigjen TNI Fadjar Tjahyono, Kamis (30/7). 

Keduanya mengunjungi kawasan huntap di Desa Dolok Nauli sebelum mengikuti rapat koordinasi pemulihan pascabencana di Aula Martua Kantor Bupati Tapanuli Utara.

Bupati Jonius Taripar Hutabarat mengatakan penyelesaian pembangunan hunian tetap menjadi prioritas pemerintah agar masyarakat terdampak dapat segera kembali hidup dengan aman dan nyaman.

"Seluruh fasilitas dasar masyarakat terus kami pulihkan. Kini pelayanan kesehatan sudah berjalan normal, kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung, jaringan listrik dan telekomunikasi telah tersambung, serta akses jalan yang sempat terputus sudah kembali dapat dimanfaatkan masyarakat," ujarnya.

Tidak hanya tempat tinggal yang dipulihkan. Pemerintah juga mempercepat pemulihan mata pencaharian warga. 

Sekitar 800 hektare lahan persawahan telah direhabilitasi sehingga petani kembali mengolah sawah mereka. Bantuan traktor, pompa air, hingga peralatan pengolahan sampah turut diberikan untuk mempercepat kebangkitan sektor pertanian.

Akses masyarakat juga semakin terbuka setelah Jembatan Sitakka selesai diperbaiki melalui kolaborasi pemerintah daerah dan TNI. Jembatan tersebut kini telah berfungsi kembali sehingga aktivitas warga, distribusi hasil pertanian, serta mobilitas menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan berlangsung lebih lancar.

Koordinator Wilayah Sumatera Utara Satgas PRR, Brigjen TNI Fadjar Tjahyono, mengapresiasi percepatan pemulihan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Menurutnya, pembangunan hunian tetap dan pemulihan infrastruktur menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mengembalikan kehidupan masyarakat.

Ia menjelaskan, kunjungan Satgas PRR bertujuan memverifikasi langsung perkembangan di lapangan sekaligus memastikan indikator pemulihan pascabencana dapat meningkat dari status proses menuju kondisi normal.

"Kami melihat pemulihan di Tapanuli Utara berjalan dengan baik. Pemerintah pusat melalui berbagai kementerian dan lembaga akan terus mengawal dukungan anggaran agar seluruh program pemulihan benar-benar dirasakan masyarakat," kata Fadjar.

Bagi warga yang kini telah kembali menempati rumah permanen, pembangunan huntap bukan hanya tentang tembok dan atap yang baru. Lebih dari itu, huntap menjadi simbol bangkitnya optimisme, tempat keluarga menyusun kembali mimpi, dan awal kehidupan baru setelah melewati masa-masa penuh ketidakpastian akibat bencana.

Pewarta: Rinto Aritonang
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.