kingsheadwye.com

Presiden Prabowo: Indonesia harus indah demi tarik wisatawan - ANTARA News Bangka Belitung

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia harus menjadi negara yang bersih, indah, dan tertata untuk meningkatkan daya tarik sektor pariwisata sehingga meningkatkan peluang terciptanya lapangan kerja bagi masyarakat.

Dalam pidatonya pada Akad Massal 62 ribu unit KPR Rumah Subsidi di Batang, Jawa Tengah, Kamis, Presiden Prabowo mengatakan keindahan lingkungan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan minat wisatawan untuk berkunjung ke suatu daerah.

Oleh karena itu, upaya menjaga kebersihan dan estetika lingkungan harus menjadi perhatian seluruh pemerintah daerah.

"Selain kebersihan, kita juga perlu hidup dalam alam yang indah, estetikanya. Karena ini adalah salah satu upaya daya tarik untuk pariwisata. Pariwisata adalah pencipta lapangan kerja yang sangat besar," kata Prabowo dipantau melalui siaran Sekretariat Presiden di Jakarta, Kamis.

Presiden mengingatkan bahwa wisatawan tidak akan tertarik mengunjungi daerah yang dipenuhi sampah dan lingkungan yang tidak terawat.

Presiden Prabowo menekankan pembangunan ekonomi dan industrialisasi harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Menurut Prabowo, Indonesia memang membutuhkan percepatan hilirisasi dan pembangunan industri untuk mendorong transformasi ekonomi nasional, tetapi juga tidak boleh mengabaikan aspek lingkungan.

"Kita harus amankan itu, kita harus amankan energi, kita harus amankan semua itu. Tapi, kita harus jaga lingkungan hidup kita," kata Prabowo.

Presiden Prabowo berharap komitmen menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan dapat menjadi gerakan bersama di seluruh daerah sehingga Indonesia semakin menarik sebagai destinasi wisata sekaligus mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja melalui sektor pariwisata.

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.