Dinkes Ambon optimalkan deteksi dini dan layanan bagi pasien HIV - ANTARA News Ambon, Maluku
Ambon (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, Maluku mengoptimalkan deteksi dini dan pelayanan bagi orang dengan HIV (ODHIV) setelah ditemukan 212 kasus baru sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
“Sebenarnya lebih banyak ditemukan kasus itu lebih baik. Kalau tidak ketemu, itu yang berbahaya. Karena kalau ketemu, ada pengobatan, ada edukasi, dan sebagainya,” kata Kepala Dinkes Kota Ambon Johan Stefanus Norimana di Ambon, Selasa.
Ia mengatakan peningkatan temuan kasus tidak serta-merta menunjukkan kondisi HIV semakin memburuk, tetapi juga dapat mencerminkan semakin baik upaya deteksi dan penjangkauan terhadap masyarakat.
Ia menjelaskan pada 2025 tercatat 324 kasus HIV, sedangkan hingga Agustus 2026, sebanyak 212 kasus baru telah ditemukan.
Menurut Johan, penemuan kasus baru juga didukung meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan serta peran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pendamping dalam menjangkau orang dengan HIV.
Dinkes tetap memberikan pelayanan kepada setiap orang yang dinyatakan positif HIV dan menjalani pengobatan di Kota Ambon tanpa membedakan status sebagai warga lokal maupun pendatang.
“Mau warga pendatang atau tidak, tetap kami layani, karena risikonya besar,” ujarnya.
Dinkes Ambon juga berupaya mencegah stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV.
Johan menegaskan HIV tidak menular melalui kontak sosial sehari-hari sehingga masyarakat tetap dapat memberikan dukungan kepada ODHIV untuk menjalani kehidupan secara produktif.
“Orang dengan HIV itu bukan musuh. Tidak semua orang penyebabnya karena perilaku, bisa jadi pola hidup dan sebagainya. Walaupun mereka sakit, kita tetap bisa menjangkau mereka,” ucapnya.
Dinkes masih melakukan pendataan terkait asal daerah pasien yang ditemukan, namun pelayanan tetap diberikan kepada seluruh pasien HIV yang mengakses layanan kesehatan di Kota Ambon.
Pewarta: Winda Herman
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.