Dinkes Dompu mencatat 6.553 kasus ISPA balita hingga Agustus
Dompu (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat mencatat 6.553 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita selama Januari-Agustus 2026 dari 21.173 anak yang mendapat pemantauan pelayanan kesehatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu Hj Maria Ulfah mengatakan, selain ISPA pihaknya juga mencatat 1.358 kasus pneumonia pada kelompok balita berdasarkan pelayanan di 10 puskesmas dan RSUD Dompu.
"ISPA sebenarnya terjadi sepanjang musim, tetapi saat musim kemarau cukup sering menimbulkan gejala karena terpapar asap dan angin yang membawa debu,” katanya kepada ANTARA di Dompu, Senin.
Ia mengatakan gejala gangguan saluran pernapasan yang umum ditemukan antara lain batuk dan demam, sedangkan pada kondisi tertentu dapat disertai nyeri dada dan sesak napas.
Musim kemarau dengan kondisi cuaca yang kering dan meningkatnya paparan debu menjadi salah satu faktor risiko yang perlu diwaspadai masyarakat, terutama anak-anak dan warga yang memiliki riwayat penyakit saluran pernapasan.
Untuk mencegah peningkatan kasus, Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya ventilasi rumah yang baik, penggunaan masker saat berada di lingkungan berdebu, serta larangan merokok di dalam rumah.
"Kami juga terus mengedukasi masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta meningkatkan upaya pengendalian penyakit menular saluran napas," ujarnya.
Selain upaya pencegahan, Dinas Kesehatan juga mengevaluasi kapasitas pelayanan kesehatan dalam menangani kasus ISPA serta memperkuat sistem surveilans untuk memantau faktor risiko lingkungan, termasuk paparan asap dan debu.
Sementara itu, Direktur RSUD Dompu dr Fitratul Ramadhan mengakui terjadi peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan batuk dan pilek di rumah sakit tersebut dalam sebulan terakhir.
Menurut dia, peningkatan keluhan batuk dan pilek tersebut terjadi hampir merata di masyarakat. Dalam sejumlah kasus, keluhan serupa juga dialami oleh anggota keluarga lainnya.
Sebagian besar pasien yang datang ke RSUD Dompu dengan keluhan tersebut merupakan anak-anak berusia di bawah 12 tahun. Data pelayanan tersebut mencakup pasien rawat jalan maupun rawat inap.
Sebagian besar kasus yang ditangani menunjukkan gejala ringan hingga sedang dan umumnya tidak memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.
“Jangan panik, tetapi tetap waspada. Terapi utamanya adalah istirahat yang cukup, minum air putih yang cukup, makan makanan bergizi, dan minum obat yang meringankan gejala seperti paracetamol,” ujarnya.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026