SiPaling Nasi Padang keliling tawarkan kemitraan mulai Rp37 Juta - ANTARA News Megapolitan
Jakarta (ANTARA) - Brand kuliner SiPaling Nasi Padang Keliling membuka peluang kemitraan bisnis makanan dan minuman dengan konsep penjualan bergerak (mobile) yang membawa hidangan khas Minang langsung ke titik keramaian konsumen tanpa harus menyewa tempat usaha atau membangun restoran.
Inovasi tersebut hadir sebagai solusi praktis bagi para calon pengusaha maupun investor yang ingin menjangkau pasar kuliner populer dengan dukungan sistem operasional yang serba fleksibel.
General Manager Cipta Ruang Usaha Ririn Febryanti mengatakan bahwa target kemitraan bisnis ini ditujukan bagi calon pengusaha maupun pemilik modal yang menginginkan bisnis makanan dan minuman (food and beverage) dengan pengelolaan yang lebih efisien.
“Orang yang memiliki modal, tertarik dengan bisnis F&B, tetapi ingin model usaha yang lebih praktis, mobile, dan sudah memiliki sistem—baik untuk dijalankan sendiri maupun dikelola secara autopilot,” ujar Ririn.
Konsep usaha ini menggunakan sarana penjualan berbasis kendaraan listrik, yakni sepeda listrik untuk paket Selis dan bajaj listrik untuk paket Bajuri. Melalui armada bergerak tersebut, mitra dapat menjangkau berbagai kawasan potensial seperti perkantoran, kampus, perumahan, sekolah, hingga pusat keramaian lainnya. Produk yang ditawarkan meliputi sajian nasi Padang dengan aneka lauk populer, mulai dari rendang, ayam, telur, dendeng, hingga gulai.
Guna mengakomodasi kebutuhan investor, perusahaan menyediakan dua skema pengelolaan, yaitu paket Reguler yang dijalankan mandiri oleh mitra serta paket Autopilot yang didukung penuh oleh tim pusat.
Pada skema Autopilot, pihak merek memberikan fasilitas pendukung secara menyeluruh mencakup penyediaan karyawan, proses memasak, standar prosedur operasional (standard operating procedure), pelatihan, standar pelayanan, pemasaran, hingga pendampingan operasional harian.
Untuk pilihan paket investasi, varian Sipaling Selis Regular berbasis sepeda listrik ditawarkan pada kisaran Rp37—45 juta, sedangkan Sipaling Selis Autopilot berada pada rentang Rp65—75 juta.
Sementara itu, untuk moda kendaraan bajaj listrik, paket Sipaling Bajuri Regular dipasarkan sekitar Rp85—93 juta dan Sipaling Bajuri Autopilot ditawarkan pada nilai investasi sekitar Rp120—130 juta.
Nilai investasi tersebut bersifat fleksibel dan dapat menyesuaikan dengan periode promosi maupun ketersediaan paket.
Dari sisi potensi finansial, bisnis ini diperkirakan mampu membukukan hasil optimal apabila satu titik penjualan berhasil mencapai volume 75—100 porsi per hari.
Dengan tingkat penjualan tersebut, mitra berpotensi mengantongi omzet berkisar Rp39—52 juta per bulan dengan estimasi laba bersih sekitar Rp4—12 juta per bulan. Berdasarkan kalkulasi bisnis tersebut, titik impas (break even point) diproyeksikan tercapai dalam waktu 6—15 bulan, bergantung pada performa operasional serta lokasi usaha masing-masing.
Perusahaan terus memacu ekspansi wilayah jangkauan yang meliputi kota-kota besar seperti Jakarta, Bekasi, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Depok, Tangerang, Yogyakarta, hingga Malang.
Melalui keikutsertaan dalam ajang pameran bisnis IBOS Expo, SiPaling Nasi Padang Keliling optimis dapat menjaring investor baru, memperluas jaringan usaha, meningkatkan kepopuleran merek (brand awareness), serta membuka peluang pembiayaan strategis.
Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.