Dinkes Gorontalo pastikan anak terima layanan kesehatan berkualitas - ANTARA News Gorontalo
Gorontalo (ANTARA) - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo memastikan setiap anak usia sekolah dan remaja di daerah itu menerima layanan kesehatan berkualitas.
Untuk memaksimalkan hal itu, Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa di Kota Gorontalo, Senin, mengatakan pihaknya memberi penguatan kapasitas bagi tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).
"Ini menjadi langkah penting memastikan anak usia sekolah dan remaja memperoleh pelayanan kesehatan berkualitas, sesuai standar dan berkelanjutan," katanya.
Anang juga memberikan materi kepada peserta sebagai bagian dari penguatan pemahaman mengenai pentingnya pelayanan kesehatan bagi kelompok usia sekolah dan remaja, termasuk upaya pencegahan anemia pada remaja putri.
Pelatihan diikuti 30 tenaga kesehatan dari puskesmas kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo, yang dilaksanakan secara tatap muka selama 34 jam pelajaran, dengan rangkaian materi, praktik, penugasan, serta praktik lapangan di puskesmas.
Pelatihan menghadirkan empat fasilitator dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan satu narasumber dari Poltekkes Kementerian Kesehatan Gorontalo.
Pelaksanaannya didukung anggaran Project Strengthening of Primary Healthcare in Indonesia (SOPHI) dan/atau DIPA Sekretariat Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Tahun Anggaran 2026.
Anang mengatakan pelayanan kesehatan bagi anak usia sekolah dan remaja, perlu menjadi perhatian bersama karena kelompok usia ini berada dalam fase penting pertumbuhan dan perkembangan.
Tenaga kesehatan puskesmas memiliki peran strategis memastikan upaya promotif dan preventif berjalan optimal, mulai dari edukasi kesehatan, skrining sampai tindak lanjut terhadap masalah kesehatan yang ditemukan.
“Pelayanan kesehatan usia sekolah dan remaja tidak boleh hanya berfokus pada penanganan ketika anak sakit. Kita perlu memperkuat upaya promotif dan preventif, melakukan deteksi dini, serta memastikan setiap masalah kesehatan yang ditemukan mendapatkan tindak lanjut yang tepat,” katanya.
Ia menyoroti pentingnya pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri, termasuk peningkatan kepatuhan mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).
Berdasarkan data, prevalensi anemia pada remaja putri secara nasional mencapai 25,8 persen.
Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena dapat mempengaruhi konsentrasi belajar, produktivitas, serta kesehatan generasi mendatang.
Menurut Anang, keberhasilan pelayanan kesehatan remaja memerlukan kerja sama tenaga kesehatan, sekolah, orang tua dan lintas sektor.
Puskesmas diharapkan tidak hanya memberikan layanan pemeriksaan, tetapi juga memperkuat edukasi dan pendampingan agar remaja mampu menerapkan perilaku hidup sehat sejak dini.
Peserta diharapkan mampu memahami kebijakan dan standar pelayanan kesehatan usia sekolah dan remaja, sesuai pendekatan pelayanan kesehatan primer dan siklus hidup.
Melaksanakan edukasi serta skrining kesehatan, meningkatkan upaya pencegahan anemia dan memperkuat pencatatan, pelaporan, serta tindak lanjut pelayanan.
Anang berharap kompetensi yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan di masing-masing puskesmas, sehingga pelayanan kesehatan usia sekolah dan remaja di Provinsi Gorontalo semakin berkualitas dan menjangkau kebutuhan kelompok sasaran secara berkelanjutan.
Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.