kingsheadwye.com

Dinkes Lampung perkuat surveilans antisipasi potensi gangguan kesehatan

Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung terus memperkuat kegiatan surveilans penyakit guna mengantisipasi potensi gangguan kesehatan di tengah masyarakat akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

"Kami terus melakukan pengamatan melalui kegiatan surveilans oleh tim di lapangan. Ini dilakukan untuk mengatasi serta mengantisipasi adanya potensi gangguan kesehatan akibat dampak erupsi seperti abu vulkanik," ujar Plt Kepala Dinkes Provinsi Lampung Djohan Lius di Bandarlampung, Rabu.

Ia mengatakan pihaknya juga terus melakukan pemantauan terhadap angka kesakitan untuk penyakit yang timbul, sebagai dampak erupsi Gunung Anak Krakatau seperti ISPA, iritasi mata, dan sebagainya.

"Bahkan untuk mempercepat penanganan penyakit-penyakit ini telah dibagi menjadi dua kelompok yakni penyakit yang berpotensi terjadi penularan seperti ISPA, Influenza Like Illness, serta radang paru-paru atau bronko pneumonia," katanya.

Kelompok penyakit terdampak namun tidak berpotensi menular seperti asma, penyakit kulit, sakit mata dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) yang juga ditemukan kasusnya beberapa waktu ini.

"Berdasarkan pengamatan 4-8 September 2026, pemantauan situasi penyakit tidak menular berdasarkan laporan 15 kabupaten dan kota untuk asma total ada 182 kasus, penyakit kulit seperti gatal-gatal dan kudis ada 250 kasus," ucap dia.

Ia melanjutkan, untuk kasus sakit mata total ada 194 kasus, heat stroke total terdapat 40 kasus, dan penyakit paru obstruktif kronis total berjumlah 219 kasus.

Terinci untuk jumlah kasus asma di Jumat (4/9) ada 38 kasus, di Sabtu (5/9) ada 29 kasus, Minggu (6/9) ada 8 kasus, Senin (7/9) ada 63 kasus dan Selasa (8/9) ada 44 kasus.

Sedangkan untuk penyakit kulit berupa gatal-gatal dan kudis di di Jumat (4/9) ada 56 kasus, di Sabtu (5/9) ada 48 kasus, Minggu (6/9) ada 4 kasus, Senin (7/9) ada 70 kasus dan Selasa (8/9) ada 72 kasus.

Kasus sakit mata terinci di Jumat (4/9) ada 46 kasus, di Sabtu (5/9) ada 28 kasus, Minggu (6/9) ada 5 kasus, Senin (7/9) ada 60 kasus dan Selasa (8/9) ada 55 kasus.

Lalu kasus heat stroke di Jumat (4/9) ada 5 kasus, di Sabtu (5/9) ada 10 kasus, Minggu (6/9) ada 1 kasus, Senin (7/9) ada 20 kasus dan Selasa (8/9) ada 4 kasus.

Kemudian untuk kasus penyakit penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) di Jumat (4/9) ada 50 kasus, di Sabtu (5/9) ada 38 kasus, Minggu (6/9) ada 2 kasus, Senin (7/9) ada 77 kasus dan Selasa (8/9) ada 52 kasus.

Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.