kingsheadwye.com

Dipengaruhi Harga CPO dan Kernel, Harga TBS Sawit di Kalbar Bergerak Fluktuatif Sepanjang 2026 - ANTARA News Jawa Barat

Pontinak (ANTARA) - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Barat (Kalbar) sepanjang Januari hingga Agustus 2026 bergerak fluktuatif dipengaruhi perubahan harga crude palm oil (CPO), harga inti sawit (kernel), serta capaian indeks K yang ditetapkan Tim Penetapan Harga Pembelian TBS.

"Dinamika harga TBS sawit tersebut merupakan bagian dari mekanisme pembentukan harga yang mengikuti perkembangan komponen utama industri kelapa sawit," ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Kadibunnak) Kalbar Rino Anteno Tengo di Pontianak, Kamis.

Berdasarkan rekapitulasi Tim Penetapan Harga Pembelian TBS, harga TBS untuk kelompok umur tanaman 10 hingga 20 tahun pekebun mitra pada awal Januari 2026 berada di kisaran Rp3.278,33 per kilogram pada periode pertama.

Pada periode tersebut, indeks K tercatat sebesar 91,68 persen, sedangkan harga CPO mencapai Rp14.001,47 per kilogram. Sedangkan menjelang akhir Januari, harga TBS kemudian meningkat hingga Rp3.314,27 per kilogram.

"Kenaikan semakin terlihat pada Februari 2026. Harga TBS tercatat mencapai Rp3.433,99 per kilogram pada periode pertama dan terus menguat hingga mencapai puncaknya pada Maret 2026," ujar dia.

Pada Maret 2026, harga TBS melonjak hingga Rp3.765,46 per kilogram pada periode keempat. Kenaikan tersebut sejalan dengan meningkatnya harga CPO yang mencapai Rp15.582,74 per kilogram.

Memasuki April hingga Juni, harga TBS mengalami koreksi secara bertahap akibat tekanan pasar. Penurunan cukup tajam terjadi pada akhir Mei, ketika harga TBS berada di level Rp3.370,64 per kilogram.

Penurunan tersebut berlanjut hingga awal Juni dengan harga TBS tercatat Rp3.182,65 per kilogram. Namun, kondisi pasar kembali membaik pada pertengahan Juni dengan kenaikan bulanan mencapai 8,29 persen.

Memasuki paruh kedua 2026, harga TBS kembali menunjukkan tren positif. Pada Juli, harga bergerak naik bertahap dari Rp3.599,27 per kilogram hingga ditutup pada Rp3.671,49 per kilogram. Tren penguatan berlanjut pada Agustus.

Harga TBS tertinggi tercatat pada periode pertama sebesar Rp3.691,97 per kilogram, sementara indeks K menguat menjadi 92,32 persen.

Rino menjelaskan harga CPO menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga TBS karena komponen tersebut menjadi bagian penting dalam formula penetapan harga. Ketika harga CPO meningkat, seperti yang terjadi pada Maret, harga TBS yang diterima pekebun mitra ikut terdorong. Sebaliknya, tekanan terhadap harga CPO dapat berimbas pada penurunan harga TBS di tingkat pekebun.

Selain CPO, kata dia, harga inti sawit atau kernel juga memberikan kontribusi terhadap perhitungan harga TBS. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, harga kernel bergerak dinamis dan sempat menembus Rp15.000 per kilogram pada April.

Perubahan harga kernel tersebut turut memengaruhi formula akhir harga TBS yang ditetapkan berdasarkan kelompok umur tanaman, mulai dari tiga hingga 25 tahun.

Faktor lainnya adalah indeks K yang mengalami penyesuaian secara periodik oleh Tim Penetapan Harga Disbunnak Kalbar. Penguatan indeks K menjadi 92,32 persen pada Agustus 2026 menjadi salah satu faktor yang memberikan dampak positif terhadap harga yang diterima pekebun mitra di tengah dinamika harga komoditas sawit.

"Dengan demikian, pergerakan harga TBS di Kalbar sepanjang 2026 tidak hanya dipengaruhi kondisi pasar CPO, tetapi juga harga kernel dan perubahan indeks K sebagai bagian dari formula penetapan harga pembelian TBS sawit," katanya menjelaskan.

Pewarta: Dedi
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.