kingsheadwye.com

Lampung catat 50 ton lebih gabah telah dicegah keluar daerah

Lampung catat 50 ton lebih gabah telah dicegah keluar daerah

Kamis, 3 September 2026 18:10 WIB

Image Print

Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemerintah Provinsi Lampung Muhammad Firsada memberi keterangan terkait larangan gabah dijual keluar Lampung. Bandarlampung, Kamis (3/9/2026). ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.

Gabah asal Lampung yang diputar balikkan oleh tim dari Pelabuhan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan sudah cukup banyak

Bandarlampung (ANTARA) - Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung Muhammad Firsada mencatat sebanyak 50 ton gabah asal Provinsi Lampung yang dicegah untuk keluar dari provinsi itu di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.

"Gabah asal Lampung yang diputar balikkan oleh tim dari Pelabuhan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan sudah cukup banyak," ujar Muhammad Firsada di Bandarlampung, Kamis.

Ia mengatakan kegiatan pencegahan gabah diperjualbelikan keluar dari Provinsi Lampung tersebut berlandaskan pada regulasi Peraturan Gubernur (Pergub) Lampung Nomor 7 Tahun 2026 yang melarang gabah keluar dari Provinsi Lampung.

"Gabah yang dicegah keluar itu berkisar 50 ton lebih. Awal pelaksanaan giat itu ada 10 ton, kemudian bertambah jadi 20 ton, dan terakhir kemarin 20 ton lagi yang berhasil diputarbalikkan dari Bakauheni," katanya.

Dia menjelaskan pemerintah provinsi membutuhkan bantuan personil dari dari kabupaten dan kota di daerahnya dalam upaya pencegahan gabah asal Lampung dijual keluar provinsi, sebab adanya keterbatasan jumlah petugas yang ada di Pelabuhan Bakauheni.

"Tim ini punya batasan, karena dermaga cukup luas dan anggota kita terbatas. Jadi kami mengimbau dan meminta setiap daerah penghasil gabah bisa membantu mengawasi," ucap dia.

Menurut dia, pengawasan gabah di Pelabuhan Bakauheni akan tetap dilakukan untuk memastikan gabah asal Lampung tidak keluar daerah.

"Daerah asal gabah sebaiknya tidak perlu membawa gabahnya keluar, karena yang mau menampung cukup banyak. Hanya saja perlu komunikasi dan penyebarluasan informasi antar kabupaten serta penggilingan, supaya ada yang membeli gabah dan daerah yang tidak berproduksi bisa terbantu juga konsumsinya," tambahnya.

Pihaknya pun telah meminta pemerintah kabupaten dan kota untuk berkoordinasi dengan Bulog untuk membantu dalam penyerapan gabah.

"Kalau informasi produsen gabah mana saja yang membutuhkan, lalu ada tambahan penyerapan juga dari Bulog. Gabah-gabah ini tidak perlu keluar daerah karena konsumsi kita pun harus tetap dijaga," ucap dia.

Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.