kingsheadwye.com

Disdikpora Gumas perpanjang PJJ akibat kabut asap karhutla

Disdikpora Gumas perpanjang PJJ akibat kabut asap karhutla

Rabu, 2 September 2026 17:41 WIB

Image Print

Kepala SDN 3 Tampang Tumbang Anjir Martha Lina (kanan) mengawasi pelaksanaan PJJ di sekolah tersebut, Senin (31/8/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

Kuala Kurun  (ANTARA) - Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, memperpanjang kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi satuan pendidikan di wilayah dengan kualitas udara sangat tidak sehat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Disdikpora Gumas Aprianto saat dihubungi dari Kuala Kurun, Rabu, menyampaikan alasan perpanjangan kebijakan PJJ yang kembali diberlakukan bagi satuan pendidikan di sejumlah wilayah setempat.

"PJJ pertama kali kami terapkan pada 31 Agustus hingga 2 September 2026 berdasarkan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara yang menunjukkan kualitas udara kategori sangat tidak sehat, dan kini kami perpanjang karena kualitas udara di sejumlah wilayah masih belum membaik," ungkapnya.

Perpanjangan PJJ berlaku bagi satuan pendidikan di wilayah kelurahan, desa, atau dusun dengan kondisi kualitas udara masih tidak aman, yakni hingga 4 September 2026 untuk sekolah yang menerapkan lima hari sekolah, dan 5 September 2026 untuk sekolah enam hari.

Sementara itu, satuan pendidikan di wilayah dengan kualitas udara berstatus sehat dan tidak berbahaya dipersilakan melaksanakan pembelajaran tatap muka, dengan tetap berkoordinasi bersama orang tua atau wali murid.

Kepala satuan pendidikan dan guru diminta tetap melaksanakan tugas dengan memastikan proses pembelajaran berjalan efektif, baik melalui pembelajaran daring, metode PJJ lain, maupun tatap muka sesuai kondisi wilayah masing-masing.

Orang tua dan wali peserta didik diminta melakukan pengawasan serta pendampingan selama pelaksanaan PJJ maupun tatap muka, agar anak tetap mengikuti pembelajaran dengan baik dari rumah atau sekolah.

Kepala satuan pendidikan juga diminta terus memantau perkembangan kualitas udara serta kondisi kesehatan peserta didik, dan berkoordinasi dengan Disdikpora Gumas melalui Bidang Pembinaan SD-SMP maupun Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas.

Diketahui, SDN 3 Tampang Tumbang Anjir Kecamatan Kurun merupakan salah satu sekolah di Gumas yang menerapkan PJJ bagi 417 siswa yang terdaftar di sekolah tersebut, menyusul kondisi kabut asap akibat karhutla yang melanda wilayah setempat.

Kepala SDN 3 Tampang Tumbang Anjir Martha Lina menjelaskan, kesiapan pelaksanaan PJJ sudah dilakukan sejak keputusan tersebut ditetapkan.

Sekolah, tuturnya, telah menginformasikan kebijakan tersebut kepada guru, murid, dan orang tua, serta memastikan guru tetap melaksanakan pembelajaran sesuai jadwal dengan memberikan materi dan tugas kepada murid.

SDN 3 Tampang Tumbang Anjir menerapkan dua metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi perangkat dan akses internet masing-masing murid.

Murid yang memiliki perangkat dan akses internet memadai mengikuti pembelajaran daring melalui Google Meet, Zoom, atau Google Formulir. Sementara murid yang terkendala perangkat atau jaringan tetap diberi materi dan tugas yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Selain peran sekolah, ia menyebutkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengingatkan anak mengikuti pembelajaran dan memantau tugas selama PJJ berlangsung.

"Kami berharap kondisi kabut asap segera membaik sehingga kegiatan pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan dengan aman," demikian Martha Lina.

Baca juga: Status karhutla di Gunung Mas dinaikkan jadi Tanggap Darurat

Baca juga: Pemkab dan PKK Gumas hadirkan GPM di Tewah bantu masyarakat

Baca juga: Gumas siapkan rumah oksigen bantu masyarakat antisipasi dampak asap karhutla

Pewarta : Chandra
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.