kingsheadwye.com

Disperindag Batam perketat pengawasan harga dan stok komoditas pangan

Disperindag Batam perketat pengawasan harga dan stok komoditas pangan

Senin, 13 Juli 2026 16:59 WIB

Image Print

Pelaksanaan Pasar Murah Bersubsidi di Kantor Kelurahan Bengkong Laut oleh Disperindag Batam, Kepri, Senin (13/7/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)

Batam (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), memperketat pengawasan harga dan stok bahan pokok sebagai upaya menekan laju inflasi yang pada Juni 2026 tercatat mencapai 4,75 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disperindag Kota Batam Suhar melalui Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Batam Wahyu Daryatin mengatakan pihaknya rutin memantau ketersediaan stok bahan pokok di tingkat distributor serta mengawasi perkembangan harga di pasar.

"Kami berkoordinasi dengan distributor terkait ketersediaan stok. Selain itu, tiga kali dalam seminggu kami melakukan pemantauan harga dan dua kali seminggu melakukan pengawasan terhadap stok," katanya di Batam, Senin.

Berdasarkan hasil pemantauan, stok sejumlah komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya masih dalam kondisi aman hingga akhir tahun.

Meski demikian, ia mengatakan kenaikan harga masih terjadi pada beberapa komoditas tertentu, seperti cabai, yang turut memberikan kontribusi terhadap inflasi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Batam mengalami inflasi tahunan sebesar 4,75 persen pada Juni 2026 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,91.

Inflasi tersebut dipicu kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran, terutama kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,60 persen, kelompok transportasi sebesar 7,60 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 5,84 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 11,35 persen.

Menurut dia, tugas utama Disperindag Batam adalah menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan kebutuhan pokok sehingga dampak inflasi terhadap masyarakat dapat ditekan.

"Kalau kami tidak bisa menurunkan harga di pasar, setidaknya kami membantu masyarakat agar harga dan stok kebutuhan pokok tetap terjaga, dan juga melalui program pasar murah bersubsidi," katanya.

Ia mengatakan pelaksanaan pasar murah bersubsidi merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Batam dalam rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Inflasi kita memang agak tinggi pada Juni ini. Oleh karena itu, melalui instruksi Wali Kota saat rapat TPID, kami melaksanakan pasar murah bersubsidi sebanyak 25 ribu paket untuk masyarakat. Nilai paketnya sekitar Rp200 ribu tapi kami jual dengan harga tebus Rp100 ribu," katanya.

Ia mengatakan program tersebut menjadi salah satu langkah intervensi pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

"Sedikit banyak program ini bisa membantu masyarakat di tengah tingginya inflasi yang sekarang melanda Kota Batam," ujar dia.

Setiap paket berisi beras premium 10 kilogram, gula pasir satu kilogram, dan tepung terigu dua kilogram.

Pewarta : Amandine Nadja
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.