Legislator Mura minta Pemda kerjasama atasi pembangunan belum optimal di dapil III
Legislator Mura minta Pemda kerjasama atasi pembangunan belum optimal di dapil III
Senin, 13 Juli 2026 16:59 WIB
Anggota DPRD Murung Raya Ahmad Maulana saat menyampaikan hasil reses Dapil III saat paripurna DPRD di Puruk Cahu, Senin (13/7/2026). ANTARA/Supriadi.
Puruk Cahu (ANTARA) - Legislator Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, Ahmad Maulana mendorong koordinasi yang berkelanjutan antara DPRD dan pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan strategis, khususnya pelayanan publik dan pembangunan yang belum optimal.
Hal itu disampaikan Maulana saat menjadi juru bicara Dapil III DPRD Murung Raya dengan agenda penyampaian laporan hasil reses pada saat rapat paripurna di Puruk Cahu, Senin.
"Semoga hasil reses yang kami sampaikan dapat menjadi bahan masukan, pertimbangan, dan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan, perencanaan program, serta pelaksanaan pembangunan di Murung Raya," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Maulana juga meminta perangkat daerah untuk memperketat pengawasan dan evaluasi terhadap proyek pembangunan, agar berjalan sesuai fungsi dan berharap aspirasi warga Dapil III ini menjadi bahan pertimbangan utama dalam penyusunan program kerja dan penganggaran daerah.
"Kami meminta pemerintah daerah memberikan perhatian lebih besar pada infrastruktur desa, kualitas pendidikan, layanan kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah Dapil III," kata dia.
Dalam kesempatan itu, Maulana juga menyampaikan kegiatan reses yang dilaksanakan pihaknya dari tanggal 30 Juni hingga 5 Juli 2026, bertujuan untuk menyerap langsung aspirasi, data, masukan, serta saran dari masyarakat, unsur kelurahan atau desa, tokoh adat, dan tokoh agama di wilayah Dapil III yang meliputi Kecamatan Permata Intan, Sumber Barito, dan Seribu Riam.
Adapun beberapa hal penting hasil aspirasi masyarakat di wilayah Dapil III menurut Maulana seperti di Kelurahan Muara Bakanon dan kelurahan Tumbang Lahung warga mengharapkan bantuan bedah rumah layak huni, penambahan tenaga pendidik, perluasan sinyal internet atau telepon, perbaikan jalan lingkungan, serta renovasi mushola dan pembangunan ruang belajar mengaji.
"Untuk warga Desa Purnama dan Joking Sopan usulannya mencakup pembangunan rumah dinas tenaga pengajar dan medis, peningkatan kualitas serta pengerasan jalan penghubung antar desa ke ibukota kecamatan, perbaikan total Jembatan Muara Joking Sopan, serta optimalisasi jaringan listrik," kata Politisi PDIP ini lagi.
Baca juga: Reses Murung dan Tanah Siang, harapkan transportasi sekolah hingga nakes
Bagi warga Desa Tumbang Salio, Sungai Bakanon dan Sungai Gula, menurut Maulana masyarakat meminta pembangunan rumah tunggu bagi warga kurang mampu, sumur bor untuk air bersih, pengadaan bibit kakao dan pupuk, serta bantuan perlengkapan kelompok tani.
Di Kelurahan Tumbang Kunyi kata Maulana diperlukan peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan penghubung, pembukaan jalan baru yang rawan longsor antara RT 1 dan RT 2, serta pengadaan fasilitas pendukung posyandu dan perbaikan tempat pelayanan kesehatan.
Desa Tumbang Tuan dan Batu Makap diusulkan kelanjutan pembangunan masjid dan gereja, penambahan tenaga kesehatan, kursus pelatihan kerja bagi pemuda di perusahaan tambang, serta kelanjutan pembangunan kantor BPD yang telah tertunda selama kurang lebih 4 tahun.
Kemudian di Desa Muara Joloi dan Desa Parahau aspirasi diungkap Maulana berfokus pada sektor pertanian seperti bantuan mesin, pupuk, dan sarana produksi. Selain itu, warga meminta pembangunan jembatan kayu penghubung Desa Parahau ke Muara Joloi 2, jaringan pipa air bersih dari mata air perbukitan, serta rehabilitasi ruang kelas sekolah.
Pewarta : Supriadi
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.