DJPb catat penyaluran KUR di DIY tembus Rp2,74 triliun per Juni 2026
DJPb catat penyaluran KUR di DIY tembus Rp2,74 triliun per Juni 2026
Jumat, 31 Juli 2026 22:55 WIB
Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) II Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) DIY Kementerian Keuangan Juli Kestijanti. (ANTARA/HO-Humas DJPB DIY)
Sleman (ANTARA) - Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah setempat mencapai Rp2,74 triliun hingga 30 Juni 2026 guna memperkuat daya tahan dan pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) II Kanwil DJPb DIY Kementerian Keuangan Juli Kestijanti di Sleman, Jumat, menyampaikan bahwa dana KUR sebesar Rp2,74 triliun tersebut telah tersalurkan kepada 48.290 debitur UMKM di seluruh wilayah DIY pada Semester I 2026.
"Dukungan terhadap UMKM terus diprioritaskan melalui penyaluran KUR yang hingga 30 Juni 2026 telah terealisasi sebesar Rp2,74 triliun bagi 48.290 debitur, serta pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sebesar Rp36,83 miliar untuk 6.801 debitur," kata Juli.
Juli menjelaskan penguatan sektor riil dan UMKM merupakan bagian dari optimalisasi alokasi belanja tematik APBN di DIY yang berfokus pada dorongan ekonomi masyarakat, swasembada pangan, pengembangan infrastruktur, hingga layanan dasar.
Selain pembiayaan UMKM, kinerja APBN di DIY hingga pertengahan tahun ini menunjukkan tren positif, realisasi penyerapan Belanja Negara tercatat mencapai Rp10,13 triliun atau 51,55 persen dari alokasi pagu.
Dari total belanja tersebut, Belanja Pemerintah Pusat terealisasi sebesar Rp5,28 triliun (45,93 persen) yang meliputi belanja pegawai Rp3,24 triliun, belanja barang Rp1,41 triliun, dan belanja modal Rp626,95 miliar. Sementara penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) mencapai Rp4,85 triliun atau 59,48 persen dari alokasi.
Adapun penyaluran TKD ke pemerintah daerah di DIY didorong oleh Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp2,89 triliun, Dana Transfer Khusus Rp977,11 miliar, Dana Keistimewaan Rp800 miliar (80 persen), Dana Desa Rp128,88 miliar (90,98 persen), dan Dana Bagi Hasil Rp46,53 miliar.
Dari sisi penerimaan, Pendapatan Negara di DIY tumbuh solid mencapai Rp4,78 triliun (43,98 persen dari target), ditopang oleh Penerimaan Pajak sebesar Rp2,95 triliun (PPh dan PPN), Kepabeanan dan Cukai Rp384,41 miliar, serta PNBP Rp1,45 triliun.
Pemerintah juga memanfaatkan APBN untuk mengawal Program Strategis Nasional (PSN) di DIY, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau 888.963 penerima manfaat melalui 402 Satuan Pelayanan Peningkatan Gizi (SPPG).
"Perekonomian DIY hingga akhir Juni 2026 tetap menunjukkan kinerja yang kuat, salah satunya ditopang oleh realisasi APBN yang solid untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah," pungkas Juli.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026