DLH Tulungagung temukan mayoritas IPAL SPPG belum penuhi standar - ANTARA News Jawa Timur
Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mengungkapkan hasil inspeksi di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menunjukkan mayoritas fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mereka belum memenuhi standar.
Plt Kepala DLH Kabupaten Tulungagung, Anang Pratistianto, Senin, mengatakan, pihaknya melakukan pemeriksaan guna memastikan pengelolaan limbah dapur SPPG tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan.
"Kami setiap hari terus memberikan sosialisasi dan melakukan pemeriksaan IPAL di setiap SPPG di Tulungagung," katanya.
Hingga kini, DLH telah memeriksa 96 dari total 129 dapur SPPG yang tersebar di Kabupaten Tulungagung.
Dari pemeriksaan tersebut, persoalan yang paling banyak ditemukan adalah kapasitas IPAL yang belum mencukupi untuk menampung dan mengolah limbah yang dihasilkan dapur SPPG.
Atas temuan tersebut, DLH meminta pengelola SPPG melakukan penambahan kapasitas IPAL agar proses pengolahan limbah dapat berjalan optimal dan memenuhi ketentuan kelayakan lingkungan.
Selain pemeriksaan lapangan, DLH juga memberikan arahan kepada pengelola SPPG untuk memperbaiki fasilitas pengolahan limbah yang belum sesuai. Petugas rata-rata melakukan inspeksi di tiga hingga empat lokasi setiap hari.
"Selain inspeksi lapangan rutin di tiga hingga empat lokasi per hari, kami juga memanggil pihak SPPG untuk kami beri arahan di kantor DLH," ujarnya.
Dari 96 dapur yang telah diperiksa, sebanyak 24 SPPG sudah menyerahkan laporan perbaikan IPAL kepada DLH. Laporan tersebut masih dalam proses verifikasi dan akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan ulang untuk memastikan perbaikan telah dilakukan sesuai arahan.
DLH masih terus melakukan pemeriksaan terhadap dapur-dapur SPPG yang belum terjangkau petugas.
Sejumlah wilayah di bagian selatan Tulungagung, seperti Kecamatan Campurdarat, Bandung dan Besuki, menjadi lokasi yang belum seluruhnya diperiksa.
"Kami keterbatasan sumber daya manusia, sehingga ada wilayah yang belum terjangkau inspeksi, terutama di selatan Tulungagung," pungkasnya.
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.