kingsheadwye.com

Dokter jelaskan proses regenerasi kolagen pada kulit - ANTARA News Megapolitan

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah dokter estetika menjelaskan mekanisme regenerasi kolagen kulit yang menjadi dasar perkembangan perawatan estetika injeksi, mulai dari peran sel fibroblast hingga pengembangan bahan poly-L-lactic acid atau PLLA.

‎“Sesuatu yang sifatnya stimulasi kolagen juga belum tentu kita bisa sebut itu regeneratif estetik. Ada syarat-syaratnya. Harus berbasis bukti bahwa memang dia punya kemampuan regeneratif,” ujar dokter umum dr. Lanny Juniarti, Dipl.AAAM dalam konferensi pers Nordberg Medical Indonesia di The Langham Jakarta, Sabtu.

‎Lanny menjelaskan, pendekatan regeneratif tidak hanya melihat bahan yang dimasukkan ke dalam kulit, tetapi juga bagaimana jaringan kulit merespons bahan tersebut dan dampaknya dalam jangka panjang.

‎Sementara itu, ahli Dermatologi, Venereologi, dan Estetika dr Deasy Lius, Sp.DVE mengatakan kolagen stimulator bekerja dengan memasukkan bahan polimer ke dalam kulit untuk merangsang sel tubuh memproduksi kolagen sendiri.

Baca juga: Segudang manfaat suplemen kolagen bagi kesehatan kulit

‎Produksi kolagen alami tubuh mulai menurun sekitar satu persen per tahun sejak usia 25, dan efeknya baru terasa signifikan di usia 40-an. Sebagai komponen penopang struktur kulit, berkurangnya kolagen berkaitan dengan munculnya tanda penuaan seperti kulit kendur dan kerutan.

‎“Kolagen stimulator itu adalah bahan polimer yang disuntikan ke dalam kulit kita. Jadi dia bukan kolagen sendiri yang disuntikan ke kulit kita, tapi suatu bahan yang membuat sel kita produksi kolagen sendirinya,” kata dr Deasy.

‎Salah satu bahan yang berkembang dalam pendekatan tersebut adalah PLLA. Bahan ini bukan hal baru dalam estetika, tetapi karakteristik partikelnya dapat berbeda. Pada PLLA konvensional, partikelnya disebut memiliki banyak rongga dan bentuk yang tidak beraturan.‎

Juläine menggunakan PLLA yang dibentuk menjadi mikrosfer dengan ukuran lebih seragam melalui teknologi LASYNPRO. Teknologi tersebut juga dirancang dengan mengurangi rongga pada partikel. Pendekatan ini ditujukan untuk menghasilkan pembentukan kolagen melalui mekanisme dengan tingkat peradangan yang rendah. ​​​​​​​

Baca juga: Mahasiswa IPB ubah kolagen kulit ikan tuna jadi minuman jeli

Juläine merupakan bio-aktivator kulit berbasis asam laktat yang menggunakan mikrosfer PLLA. Nordberg Medical juga menyebut Juläine meraih penghargaan Best Regenerative Aesthetic Solution dalam AMWC 2026. ​​​​​​​

‎Namun, dr Deasy mengingatkan stimulasi kolagen tetap memiliki risiko apabila penggunaannya berlebihan atau bahan ditempatkan secara tidak tepat. Respons tersebut dapat memicu fibrosis, yaitu pembentukan jaringan seperti jaringan parut

“Dalam setiap tindakan medis, selalu ada potensi efek samping. Karena itulah ketika kita memilih sesuatu, kita harus cari yang profil manfaat dan risikonya paling tinggi. Manfaatnya kalau bisa setinggi mungkin, risikonya kalau bisa sederhana mungkin,” ujarnya dr Deasy​​​​​​​

‎Dokter juga menyarankan kondisi kulit diperiksa sebelum tindakan. Dokter menyebut masalah seperti jerawat perlu ditangani terlebih dahulu dan penggunaan kolagen stimulator harus disesuaikan dengan keluhan pasien.

Pewarta: Ida Nurcahyani/Niswah Qintara Rahmani
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.