kingsheadwye.com

DPD RI apresiasi capaian CKG di Banten tertinggi kedua se-Indonesia

Tangerang (ANTARA) - Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Filep Wamafma mengapresiasi capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Banten sebagai yang tertinggi kedua di tingkat nasional setelah Gorontalo.

"Tingginya angka partisipasi masyarakat ini menempatkan Banten sebagai rujukan penyelenggaraan cek kesehatan di Indonesia," kata Filep Wamafma saat melakukan kunjungan kerja ke RSUP Sitanala, Kota Tangerang, Senin

Ia menjelaskan, kunjungan ini dilakukan dalam rangka inventarisasi materi pengawasan atas pelaksanaan program CKG. ​Turut hadir dalam acara tersebut, jajaran anggota Komite III DPD RI, Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Banten Abdi Sumaithi, Wali Kota Tangerang Sachrudin, serta para Kepala Puskesmas se-Kota Tangerang.

​Filep menjelaskan, kunjungannya ke Tangerang bertujuan untuk menginventarisasi pelaksanaan Program CKG. Pihaknya perlu memahami secara langsung strategi penerapan program tersebut, sehingga manfaatnya dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

​Menurutnya, hasil inventarisasi ini akan menjadi bahan evaluasi sekaligus rekomendasi Komite III DPD RI kepada pemerintah pusat. Proses dan strategi pelaksanaan di Banten diharapkan dapat diduplikasi oleh daerah lain.

"Pelaksanaan CKG di Banten menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia," ujar Filep.
​
Direktur Fasilitasi dan Mutu Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Roy Himawan, menambahkan program ini diharapkan semakin masif menjangkau seluruh lapisan masyarakat di wilayah Tanah Jawara.

​Menurut Roy, langkah pengecekan kesehatan ini akan memberikan data valid mengenai tingkat kesehatan masyarakat Indonesia. "Gambaran ini berguna untuk menentukan kebijakan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," katanya.

​Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Ahmad Dimyati Natakusumah, mengungkapkan bahwa Program CKG di wilayahnya telah menjangkau lebih dari 7,2 juta jiwa. Angka tersebut jauh melampaui rata-rata nasional yang baru menyentuh 42 persen.

​"Bahkan pesertanya hampir mencapai 8 juta orang. Di Banten, capaiannya sudah lebih dari 70 persen," tandas Dimyati.

​Meski partisipasi masyarakat sudah tergolong mayoritas, Pemprov Banten berkomitmen untuk terus mendongkrak capaian CKG melalui pemerataan pelayanan kesehatan.

Sebagai contoh, di wilayah Banten bagian utara akan terus dilakukan pemutakhiran teknologi kesehatan, sedangkan wilayah selatan difokuskan pada peningkatan sarana dan prasarana.

​"Sehingga, seluruh masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal," tutur Dimyati.

Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan bahwa CKG merupakan wujud pencegahan dan promosi kesehatan. Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus berinovasi untuk meningkatkan jangkauan program.

​"Pemkot Tangerang melakukan sistem jemput bola dalam pelaksanaan CKG. Kami mendatangi sekolah-sekolah, perusahaan, komunitas, hingga turun langsung ke tempat tinggal masyarakat," tegas Sachrudin.

​Melengkapi capaian tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, menyebutkan bahwa Banten hanya berselisih sangat tipis dari peringkat pertama nasional, yakni Provinsi Gorontalo.

​Peringkat teratas capaian Program CKG di Indonesia adalah Provinsi Gorontalo. Selisih capaian kita sekitar 0,7 persen. ​Dengan selisih yang begitu kecil, Dinkes Banten terus termotivasi untuk mendorong masyarakat melakukan cek kesehatan dengan menerjunkan petugas secara langsung ke lapangan.

Baca juga: Sugiono bakal pastikan agenda pemerintah berjalan tepat sasaran

Baca juga: Lokus tracing tuberkulosis terintegrasi CKG di Lampung ada 1.571

Baca juga: Kemenkes terus masifkan CKG untuk skrining Tb di Indonesia

Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.