DPKP optimalkan 511 hektare lahan pertanian dukung ketahanan - ANTARA News Jambi
Kota Jambi (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Jambi mendorong optimalisasi 511 hektare lahan pertanian yang tercatat dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Jambi untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Kepala DPKP Kota Jambi Evridal Asri di Jambi, Senin, mengatakan luas tersebut terdiri atas 459 hektare lahan sawah dan 52 hektare lahan hortikultura.
Menurut dia, keterbatasan lahan pertanian di kawasan perkotaan menjadi salah satu dasar bagi DPKP untuk mendorong pemanfaatan ruang terbatas milik masyarakat sebagai bagian dari kegiatan pertanian.
"Masyarakat memanfaatkan lahan terbuka hijau selama ini dan kawasan permukiman untuk kegiatan pertanian seperti ladang atau kebun," katanya.
Pihaknya ke depan ingin lebih fokus mendorong pemanfaatan lahan pekarangan dan lahan sempit milik masyarakat.
Ia mengatakan konsep tersebut dikembangkan melalui Semai Agrobiopori yang mengintegrasikan urban farming dengan pemanfaatan sampah organik rumah tangga sebagai pupuk melalui biopori.
Sampah organik dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian melalui biopori melalui pemilahan sampah organik dan anorganik di tingkat rumah tangga.
Program itu sekaligus menjadi bagian dari upaya dalam mendukung ketahanan pangan, kata dia, karena masyarakat dapat memanfaatkan lahan yang terbatas untuk menghasilkan pangan dari lingkungan tempat tinggal mereka.
Evridal mengatakan Semai Agrobiopori juga selaras dengan program Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) pemerintah kota setempat yang mendorong pengurangan dan pengelolaan sampah sejak dari sumber.
"Satu kegiatan dapat memberikan manfaat ganda, yakni mendukung ketahanan pangan sekaligus mengurangi sampah dari sumbernya," kata dia.
Pemerintah kota setempat berharap Semai Agrobiopori dapat meningkatkan pemanfaatan lahan pekarangan, mengurangi sampah organik yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir, serta menghasilkan pangan dan pupuk organik secara berkelanjutan.
Pewarta: Agus Suprayitno/Melli Andani
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.