Dubes Saudi di RI Buka Suara soal Serangan Houthi Yaman
Jakarta, CNN Indonesia --
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah H. Amodi menyoroti aliansi kelompok Houthi di Yaman serta kelompok Al Shabaab di Somalia.
Menurutnya, kerja sama tersebut dapat mengancam keamanan perairan, stabilitas regional, hingga keamanan komunitas internasional. Faisal menyampaikan hal tersebut di Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Jumat (11/9).
Ia mengatakan perkembangan yang terjadi di Timur Tengah tidak terlepas dari serangan yang dilakukan kelompok milisi Houthi terhadap sejumlah kota di Arab Saudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perkembangan yang terjadi di Timur Tengah tentu serangan yang dilakukan oleh kelompok milisi terorisme Houthi yang menargetkan sejumlah kota-kota yang ada di Arab Saudi," kata Faisal.
Faisal menegaskan Kerajaan Arab Saudi memberikan perhatian besar terhadap stabilitas dan keamanan Yaman serta negara-negara di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, stabilitas dan keamanan kawasan tidak hanya berdampak bagi negara-negara di Timur Tengah, tetapi juga terhadap keamanan global. Karena itu, Arab Saudi telah menjalankan berbagai inisiatif untuk menjaga keselamatan dan stabilitas Yaman.
"Kita ingin menegaskan Kerajaan Arab Saudi sangat memberikan perhatian tentang stabilitas dan keamanan Republik Yaman dan negara kawasan," kata Faisal.
"Dan tentunya perhatian ini akan sangat berdampak stabilitas dan keamanan global," lanjut Faisal.
"Dan kita telah memberikan berbagai macam inisiatif untuk keselamatan dan stabilitas Republik Yaman," tambahnya.
Namun, Faisal menyayangkan sikap kelompok Houthi yang dinilai lebih mengutamakan kepentingan kelompok daripada kepentingan masyarakat Yaman.
"Dan disayangkan sekali kelompok Houthi ini mementingkan kepentingan individu mereka dibandingkan kepentingan masyarakat," katanya.
Faisal kemudian menanggapi kerja sama antara kelompok Houthi di Yaman dan Al Shabaab, kelompok yang berbasis di Somalia. Dia mengatakan kerja sama tersebut perlu dilihat secara serius karena berpotensi memberikan dampak terhadap keamanan perairan laut.
Faisal menilai dampak kerja sama tersebut tidak hanya akan dirasakan negara-negara di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, ancaman terhadap stabilitas kawasan juga dapat dirasakan komunitas internasional.
"Dan sekali lagi bahwa aliansi ini berdampak pada stabilitas regional, tentunya berdampak sangat terasa kepada komunitas internasional," ujarnya.
Ia juga mengatakan Arab Saudi memiliki visi untuk menjaga keberlangsungan hidup. Namun, menurut Faisal, terdapat kelompok-kelompok kekuatan regional yang justru mengarah pada kondisi sebaliknya.
"Kita di Arab Saudi memiliki visi keberlangsungan hidup, namun disayangkan ada kelompok kekuatan regional yang menginginkan, bukan kesinambungan itu, tapi kesinambungan kematian yang tentu berdampak pada stabilitas keamanan dan regional itu sendiri," katanya.
Faisal mengatakan kerja sama Houthi dan Al Shabaab juga berkaitan dengan pertukaran pengalaman serta dukungan antarkelompok.
Kelompok Houthi disebut memberikan pelatihan kepada Al Shabaab. Di sisi lain, Houthi disebut mengharapkan dukungan dari kelompok tersebut.
"Aliansi yang dilakukan kelompok milisi Houthi dan Al Qaeda, Al Shabaab ini menginginkan pengalaman-pengalaman, yang di mana kelompok Houthi memberikan pelatihan terhadap Al Shabaab. Kelompok Houthi mendapatkan, meminta, mengharapkan dukungan dari kelompok Al Shabaab ini," ujar Faisal.
Faisal menyerukan komunitas internasional untuk memperhatikan perkembangan tersebut. Ia mengatakan komunitas internasional tentu tidak menginginkan munculnya upaya kelompok tertentu yang dapat memperluas konflik di kawasan.
"Tentu kita menyerukan kepada komunitas internasional dan tentu saya yakin bahwa komunitas internasional tidak menginginkan adanya upaya-upaya kelompok tertentu di kawasan tersebut," katanya.
Saudi klaim berhak pertahankan wilayah
Faisal juga menyinggung serangan kelompok Houthi yang dinilai dapat menyeret lebih banyak pihak ke dalam konflik.
Ia mengatakan terdapat konferensi internasional yang telah menyepakati pentingnya menjaga stabilitas dan keamanan perairan di Timur Tengah, termasuk sejumlah selat.
"Dan kita ketahui bahwa ada konferensi internasional yang telah disepakati oleh komunitas internasional untuk pentingnya menjaga stabilitas dan keamanan perairan Timur Tengah dan di selat-selat lainnya," kata Faisal.
Namun, menurutnya, kelompok tersebut tetap melakukan serangan dan berupaya menjadikan wilayah tersebut sebagai tempat konflik.
Pilihan Redaksi
- 100 Penasihat Militer AS Diklaim Berada di Saudi Bantu Perangi Houthi
- Bela Iran, Wakil Rusia-China Ribut dengan AS dkk di DK PBB
- Jepang Protes Peta Dunia Baru, Kepulauan Sengketa Jadi Milik Rusia
Arab Saudi menolak tindakan tersebut. Ia menegaskan Saudi memiliki hak untuk mempertahankan wilayah dan kedaulatannya dari serangan Houthi maupun kelompok lainnya.
"Kita di Arab Saudi tentu menolak tindakan tersebut dan kita memiliki hak sah dan legitimasi untuk menjaga dan mempertahankan teritorial kita, baik dari serangan Houthi ataupun kelompok lainnya, sesuai hukum internasional dan konvensi PBB," katanya.
Faisal menegaskan posisi Arab Saudi sejak awal adalah menjaga stabilitas dan keamanan Yaman, termasuk melindungi masyarakat negara tersebut.
"Dari awal kita, Arab Saudi menyatakan pemerintah Arab Saudi sangat jelas menjaga stabilitas dan keamanan serta teritorial masyarakat Yaman," ujarnya.
Selain aspek keamanan, Faisal mengatakan Arab Saudi juga memberikan bantuan kepada Yaman. Bantuan tersebut mencakup bantuan kemanusiaan dan berbagai bentuk bantuan lainnya.
Bantuan tersebut disalurkan melalui King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSRelief). Total bantuan itu disebut mendekati $30 miliar.
Ketika ditanya mengenai upaya Arab Saudi menjaga stabilitas dalam negeri di tengah serangan kelompok Houthi, Faisal kembali menegaskan hak Saudi untuk mempertahankan wilayah dan kedaulatannya.
"Berkaitan serangan yang dilakukan kelompok Houthi, pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan hak sah untuk mempertahankan teritorial dan kedaulatannya" kata Faisal.
(mge/dna)