kingsheadwye.com

Dugaan asusila viral, wali santri berbondong jemput anak dari pondok pesantren

Kami tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan, sehingga untuk sementara saya jemput untuk pulang dulu.

Lombok Tengah (ANTARA) - Sejumlah wali santri ramai-ramai menjemput anak mereka pasca viral kasus dugaan asusila yang dilakukan oknum salah satu pimpinan pondok pesantren di wilayah Desa Bungkate, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Saya jemput supaya lebih aman dulu,"  kata salah satu wali murid asal Lombok Timur, Khuwalid, saat ditemui di Lombok Tengah, Selasa.

Ia mengatakan dirinya merasa resah dengan keamanan anaknya yang sekolah di pondok pesantren tersebut, setelah isu kasus pencabulan tersebut viral.

"Kami tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan, sehingga untuk sementara saya jemput untuk pulang dulu," ujar Khuwalid.

Hal yang sama disampaikan oleh wali santri lain, ia mengaku resah dan takut anaknya trauma dengan ada kasus tersebut, sehingga dijemput untuk pulang.

"Kalau anak saya di sini nanti trauma, sehingga untuk sementara saya bawa pulang dulu," ucap dia.

Sementara itu, Ketua Komite Pondok Pesantren Sahnan mengatakan pasca isu tersebut sejumlah wali murid menjemput anaknya untuk pulang.

"Hari ini wali murid mulai menjemput anaknya khususnya santri perempuan," ujar dia.

Sahnan mengatakan berdasarkan hasil musyawarah, untuk sementara pada santri diliburkan selama tiga hari, karena kondisi saat ini wali murid cukup resah.

"Kami liburkan selam tiga hari dan selanjutnya tergantung dari situasi saat ini," tegas dia 

Sementara itu, pimpinan pondok pesantren belum bisa dikonfirmasi terkait dengan isu yang viral di media sosial, termasuk aksi wali murid yang menjemput anaknya tersebut.

"Pimpinan pondok pesantren tidak ada disini," kata Nawawi yang merupakan salah seorang guru di pondok pesantren tersebut.

Ia mengatakan untuk aktivitas kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren saat ini cukup terganggu dengan adanya isu tersebut.

Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor: Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026