Pemutakhiran DTSEN Baru 33 Persen, Kemensos Perbanyak Agen Perlinsos
AKURAT.CO Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengajak jajaran Dinas Sosial di seluruh Indonesia menyukseskan Gerakan Nasional Peduli Tetangga dengan memperbanyak Agen Perlinsos, untuk membantu warga di lingkungan terdekat melakukan pendaftaran dan pemutakhiran data sebagai acuan penyaluran bansos.
"Saya ingin ini menjadi salah satu hal yang kita kerjakan secara bersama-sama," kata Saifullah saat memimpin rapat daring dengan ratusan perwakilan Dinas Sosial seluruh Indonesia terkait program Perlinsos di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, dikutip Selasa (22/9/2026).
Digitalisasi bansos melalui Perlinsos menjadi langkah strategis, untuk memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan. Penerapannya dilakukan secara bertahap dan terukur dengan target implementasi secara nasional pada 2027.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan DTSEN Terus Diperbarui demi Bantuan Tetap Sasaran
Pria yang akrab dipanggil Gus Ipul ini mengungkapkan, pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) masih menjadi tantangan. Dalam dua tahun terakhir, baru sekitar 33 persen data yang berhasil dimutakhirkan.
Karena itu, Perlinsos diperluas untuk mempercepat pemutakhiran dan meningkatkan ketepatan data. Sistem tersebut menggunakan kecerdasan buatan (AI) dan terhubung dengan berbagai data pemerintah.
"Sistem digitalisasi bansos ini, terhubung dengan semua data yang ada, (sehingga) mampu merekam lebih tajam, lebih presisi data-data yang dibutuhkan dan kita jadikan pedoman untuk melakukan penyaluran bansos," kata dia.
Dia juga meminta Dinas Sosial, pemerintah desa, RT/RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, komunitas, pemuda, perempuan, dan pendamping program pemerintah untuk menyosialisasikan Program Perlinsos melalui Gerakan Sosial Peduli Tetangga.
Baca Juga: Cara Cek Desil KIP Kuliah 2026 di DTSEN BPS, Begini Langkahnya
Mereka juga diharapkan membantu mencari dan mendaftarkan masyarakat yang membutuhkan, khususnya masyarakat miskin, miskin ekstrem, rentan, dan berkebutuhan khusus.
Agen Perlinsos hanya membantu proses pendaftaran dan tidak berwenang menentukan kelayakan penerima bansos. Penentuan dilakukan oleh sistem berdasarkan data dan kriteria yang telah ditetapkan. Dia juga mengingatkan agen untuk bekerja secara sukarela, tanpa meminta bayaran atau memanipulasi data.
"Agen adalah relawan, tidak dibayar, tidak boleh memungut upah, tidak boleh memanipulasi data," tegasnya.