Etika Berdiri di Slot Parkir buat Ngetag Tempat, Bolehkah?
Jakarta -
Viral di media sosial Threads ribut-ribut terkait masalah parkir. Keributan itu dipicu oleh masalah tagging slot parkir.
Pengguna Threads dengan akun @radityarusydi yang mengunggah video tersebut mengungkapkan, awalnya petugas parkir sudah menginformasikan kepada dirinya terkait ada spot parkir yang kosong. Namun, sesampainya di lokasi tersebut ternyata sudah berdiri seorang wanita di spot parkir tersebut. Wanita itu berdiri untuk nge-tag tempat parkir, sementara mobilnya belum tiba.
Setelah berdebat, pemilik akun Threads @radityarusydi itu akhirnya mengalah. Tapi masalah ternyata belum selesai. Suami-istri yang ngetag parkir tersebut menunggu di dalam dan terjadilah keributan yang viral sampai buka baju tersebut. Sampai-sampai, keluar pertanyaan apakah ada pasal yang melarang tagging parkir seperti itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Umum Indonesia Parking Association (IPA) Rio Octaviano mengatakan, memang tidak ada pasal atau aturan yang melarang tagging tempat parkir. Namun, menurut Rio, ini berkaitan dengan etika.
"Ada beberapa kondisi di mana tagging parkir ini masih memungkinkan. Saya ambil contoh, misalnya kita datang ke lokasi parkir. Nah, di dalam lokasi parkir ini, ada orang baru mau keluar nih. Kita sudah ada di situ. Cuman karena jalurnya itu hanya satu arah, dan space-nya kecil, walaupun kita sudah sampai di situ, tapi kita harus memberikan jalan kan, karena kita nggak mungkin berhenti di situ akan menghalangi si orang yang mau keluar ini. Jadi kita harus muter dulu ke belakang, balik lagi, itu membutuhkan waktu 20-30 detik. Kalau kondisi seperti itu dengan orang mungkin ada yang diminta bantuan, tolong tunggu sebentar dong. Nah, itu masih memungkinkan. Karena memang kondisinya hanya sebentar, hanya memutar sedikit ke belakang bloknya," jelas Rio kepada detikOto, Selasa (18/8/2026).
Namun, ada juga tindakan tagging parkir yang tidak dibenarkan secara etika. Misalnya, seseorang berdiri terlalu lama untuk ngetag tempat parkir tersebut.
"Nah karena ini belum ada aturan, jadi misalnya yang kurang baik adalah, dia belum masuk lot parkir, tapi sudah ada satu orang yang misalnya dia nelpon temannya di dalam, ini ada nih parkiran di lantai B2, terus dia standby di situ. Nah, itu kan membutuhkan waktu lebih dari 1 menit atau 2 menit. Nah, itu saya rasa itu kurang baik," ujar Rio.
Meski begitu, Rio menyoroti tindakan yang memicu konflik. Rio bilang, tindakan tersebut sebaiknya dihindari agar tak memicu masalah ke depannya.
"Karena balik lagi di sini tidak ada aturan yang berlaku, jadi bagaimana kita menyikapinya tanpa emosi. Kalau misalnya memang ada kejadian yang memang berpotensi menimbulkan friksi, lebih baik dihindari. Itu kalau saya pribadi ya. Di sini bukan tidak tahu mana yang benar, karena kalau kita bicara hanya adab dan etika, setiap orang itu memiliki standarnya masing-masing," pungkasnya.
(rgr/dry)