Festival UMKM Mimika ajang promosi dan pasarkan produk lokal - ANTARA News Papua Tengah
Timika (ANTARA) - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, menyebutkan bahwa Festival dan Bazar UMKM Mimika 2026 menjadi ajang promosi dan juga memasarkan produk UMKM lokal kepada masyarakat luas.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Mimika Samuel Yogi di Timika, Selasa, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata pemerintah daerah dalam memberikan ruang promosi, pemasaran dan pengembangan usaha bagi para pelaku UMKM Mimika dan Papua.
"Kegiatan untuk meningkatkan promosi dan pemasaran UMKM Mimika, meningkatkan omzet dan pendapatan bagi para pelaku UMKM di Mimika, mendorong masyarakat mencintai dan membeli produk UMKM Kabupaten Mimika serta memperkenalkan produk unggulan dan kreatif UMKM Mimika," ujarnya.
Ia mengatakan kegiatan yang dilaksanakan Selasa (6/10) hingga Kamis (8/10) diikuti oleh 250 peserta UMKM Mimika dan juga dari luar Mimika menunjukkan tingginya semangat memperjuangkan pengembangan usaha dan UMKM. Kegiatan ini juga dalam rangka serta meriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Mimika ke 30 yang jatuh pada 8 Oktober.
Yotinus Kobak pelaku UMKM dari Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan yang menjadi peserta dalam pelaksanaan Festival dan Bazar UMKM Mimika memuji pelaksanaan festival yang di gelar di Kota Timika
"Kegiatan ini sangat maju dan Pemerintah Mimika memfasilitasi tenda, meja dan lampu. Ini sangat representatif dan sangat optimal,"ujarnya.
Ia berharap agenda festival ini dilaksanakan setiap tahun, sehingga para pelaku UMKM dapat memasarkan dan mempromosikan hasil karyanya. Pemerintah juga mengajak ASN dan masyarakat untuk datang berkunjung dan belanja produk UMKM yang ada di festival ini.
"Karena kami pelaku UMKM ini di belakang kami ada ratusan orang yang bekerja dan kami menolong banyak orang. Jadi para perajin ini saat mereka membutuhkan uang untuk kebutuhan keluarga,anak sekolah mereka membawa hasil rajutannya datang menjual ke kami," ujarnya.
Ia mengatakan berbagai produk kerajinan tangan khas Papua dari masyarakat yang ia beli kemudian dibawa dan dipasarkan dalam festival ini.
" Di sini saya menjual gelang, kalung, noken hingga baju noken. Paling murah itu Rp10 ribu dan paling mahal itu baju noken harganya Rp15 juta," ujarnya.
Ia sendiri memiliki tujuh karyawan dan juga membina kurang lebih 100 perajin di wilayahnya. Yotinus datang dari Kota Wamena menggunakan pesawat Hercules untuk memasarkan produk masyarakat pada festival di Mimika
"Saya mulai usaha ini dari 2009 sampai sekarang. Tujuan saya adalah membina dan memfasilitasi orang asli Papua di bidang perajin. Jadi kelompok yang saya bina ini hasil kerajinannya saya beli kemudian saya pasarkan, saya juga bekerja sama dengan pengusaha lain yang bergerak dalam satu bidang," ujarnya.
Simon Haluk salah satu anak muda Mimika yang juga menjadi peserta Festival dan Bazar UMKM Mimika menyebut langkah yang dilakukan oleh Pemkab Mimika dengan melaksanakan kegiatan ini merupakan salah satu terobosan untuk mempromosikan dan memasarkan produk UMKM Mimika dan Papua.
"Kegiatan ini sangat positif dan sangat membantu pelaku UMKM Mimika khususnya masyarakat lokal karena , produk UMKM mereka dapat dipromosikan dan di pasarkan dalam festival ini," kata Simon.
Melalui festival ini dirinya juga diberikan peluang untuk memasarkan produk UMKM miliknya. Ia sendiri produk pengusir nyamuk alami.
"Kita kenal bahwa Mimika ini sangat tinggi kasus Malaria, maka kami membuat inovasi dengan memanfaatkan tanaman serai untuk membuat produk pengusir nyamuk dan saya mulai promosikan di festival ini," ujarnya.
Pewarta: Marselinus Nara
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.