FKBI nilai wajar terjadi kenaikan harga sebagian BBM nonsubsidi
Jakarta (ANTARA) - Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi menilai kenaikan harga terhadap sebagian BBM nonsubsidi masih wajar sepanjang mengacu pada formula yang berlaku.
“Penyesuaian terhadap sebagian BBM nonsubsidi masih wajar sepanjang mengacu pada formula yang berlaku dan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat,” ujar Tulus dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Tulus mengakui kondisi makro ekonomi saat ini cukup berat bagi kelas menengah. Dia menilai kelas menengah tetap akan menerima kenaikan harga BBM nonsubsidi karena pilihannya sulit.
Tulus juga mengingatkan adanya potensi efek domino atas kebijakan ini.
"Efek domino ini bisa memicu kelesuan ekonomi. Pemerintah harus mencari skema kebijakan untuk memberikan insentif bagi kelas menengah, baik skema fiskal maupun non fiskal,” ucap dia.
Tulus mencontohkan, salah satunya adalah memperkuat subsidi pada transportasi publik massal yang ada di Jabodetabek.
Dengan demikian, tutur dia melanjutkan, jika kelas menengah berat dengan biaya transportasinya, maka didorong untuk migrasi pada angkutan umum massal.
Baca juga: Harga minyak dunia naik, apa dampaknya bagi Indonesia?
Baca juga: Asosiasi: Kenaikan harga BBM peluang percepatan adopsi EV
Harga bahan bakar minyak (BBM) pada 1 September 2026 mengalami perubahan pada sejumlah produk. Pertamina mengumumkan kenaikan harga sejumlah BBM nonsubsidi, yakni Dexlite, Pertamina Dex, Pertamax Turbo, dan Pertamax Green.
Seperti di Jabodetabek, tercatat harga BBM jenis Dexlite (CN 51) menjadi Rp23.700 per liter mulai 1 September, dari Rp19.700 per liter. Untuk Pertamina Dex (CN 53) juga naik dari Rp21.150 per liter menjadi Rp25.200 per liter mulai 1 September 2026.
Lebih lanjut, harga Pertamax Turbo mengalami kenaikan dari Rp18.300 per liter pada Agustus menjadi Rp19.600 per liter mulai 1 September 2026, dan harga Pertamax Green 95 naik dari Rp16.600 per liter menjadi Rp19.150 per liter yang berlaku mulai 2 September 2026.
Sementara itu, harga Pertamax tetap di level Rp15.950 per liter sejak 1 Agustus 2026. Harga BBM penugasan dan subsidi tidak mengalami perubahan harga, yaitu Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
"Sesuai regulasi, harga BBM nonsubsidi memang domainnya operator, yang merujuk pada harga ICP atau Harga Patokan Minyak Mentah Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM, kemudian juga kurs rupiah terhadap dolar Amerika, bahkan inflasi. Itu premis dasarnya," kata Tulus.
Baca juga: Bakom ajak masyarakat kawal kebijakan BBM bersubsidi tepat sasaran
Baca juga: BI sebut kenaikan BBM nonsubsidi potensi sumbang inflasi 0,25 persen
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.