Kasus Vilmei, Terungkap Saldo TikTok Dipakai Bayar Kos hingga Cicilan Kendaraan
Liputan6.com, Jakarta - Polisi mengungkap aliran dana dalam kasus dugaan penggelapan saldo akun TikTok selebgram Vilmei. Uang yang didapat para tersangka diduga digunakan untuk berbagai keperluan pribadi dan kebutuhan sehari-hari.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Verdika Bagus Prasetya mengatakan, berdasarkan pemeriksaan sementara, tersangka ZK mengaku menerima dan menggunakan sekitar Rp 600 juta setelah dikurangi biaya dan potongan pada sistem TikTok.
"Berdasarkan keterangan sementara, tersangka ZK mengaku menerima dan menggunakan sekitar Rp 600 juta setelah dikurangi biaya dan potongan pada sistem TikTok," kata Verdika kepada awak media, Sabtu (5/9/2026).
Sementara itu, tersangka L menerima pencairan gift sebesar Rp 72,7 juta. Namun, sebagian besar uang tersebut diberikan kepada ZK sehingga L hanya menerima sekitar Rp 9 juta.
Adapun tersangka MASR mengaku hanya mendapatkan sekitar Rp 600 ribu hingga Rp 1,5 juta setiap pencairan. Polisi masih menghitung jumlah keseluruhan dana yang diterimanya.
"Nilai final bagian masing-masing masih dicocokkan dengan data TikTok serta mutasi rekening dan dompet digital," jelasnya.
Verdika mengatakan, dana tersebut tidak hanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Para tersangka diduga menggunakan uang tersebut untuk membayar kos atau kontrakan, mencicil kendaraan, membeli pakaian, kosmetik, hingga telepon seluler.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, dana tersebut tidak hanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," kata Verdika kepada wartawan, Sabtu (5/9/2026).
"Dana diduga digunakan untuk membayar kos atau kontrakan, cicilan kendaraan, membeli pakaian, kosmetik, beberapa telepon seluler, serta berbagai kepentingan pribadi," sambungnya.
Meski demikian, polisi belum menemukan bukti spesifik bahwa dana tersebut digunakan untuk membeli barang mewah atau barang bermerek.
"Sampai saat ini belum ditemukan bukti spesifik mengenai pembelian barang mewah atau barang branded," ungkapnya.