FKUB Bangka: Bangun komunikasi antarumat beragama melalui tokoh agama - ANTARA News Bangka Belitung
Sungailiat (ANTARA) - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan membangun komunikasi antarumat beragama melalui peran tokoh agama sangat penting guna mencegah terjadinya perpecahan di tengah masyarakat.
"Kami juga memperkuat sinergi dengan Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) untuk mencegah konflik akibat penyalahgunaan simbol atau ajaran menyimpang," kata Ketua FKUB Kabupaten Bangka Husin Djais di Sungailiat, Rabu.
Menurut dia, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Namun, jangan sampai menimbulkan perpecahan atau konflik di tengah masyarakat.
Ia menjamin FKUB Bangka mampu menjaga persatuan antarumat beragama agar tercipta kerukunan umat beragama di daerah itu.
"Kami menjamin persatuan antaraumat beragama di Kabupaten Bangka tetap terjaga meskipun terdiri dari beragam keyakinan agama," katanya.
Ia mengatakan FKUB merupakan wadah untuk menciptakan kerukunan umat beragama melalui ajang silaturahmi, tukar pikiran antar pemuka agama serta memberikan kesempatan bagi masyarakat menyalurkan aspirasi dan pendapat.
"Saya memberikan apresiasi besar ke seluruh umat beragama di Kabupaten Bangka yang menjunjung tinggi toleransi, tolong menolong di masyarakat meskipun beda keyakinan," kata dia.
Bupati Bangka Fery Insani menegaskan peran penting FKUB sebagai mitra pemerintah dalam membangun dialog, memperkuat toleransi, mencegah potensi konflik, serta menumbuhkan semangat persaudaraan.
"Di Kabupaten Bangka memiliki kekayaan keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat yang merupakan anugerah dari Allah SWT. Keberagaman ini harus dijaga dan dirawat bersama, tidak boleh menjadi alasan perpecahan, melainkan menjadi kekuatan utama dalam membangun daerah yang aman, damai, harmonis, dan sejahtera," katanya.
Pewarta: Kasmono
Editor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.