Gubernur Bengkulu minta PKK jadi pelopor perubahan sosial masyarakat - ANTARA News Bengkulu
Bengkulu (ANTARA) - Gubernur Bengkulu Helmi Hasan meminta kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) menjadi pelopor perubahan sosial di tengah masyarakat.
"PKK harus menjadi pelopor perubahan sosial di lingkungan masing-masing melalui pelaksanaan 10 Program Pokok PKK yang sejalan dengan isu-isu strategis Provinsi Bengkulu, seperti percepatan pembangunan, pengentasan kemiskinan, dan pemerataan ekonomi," kata dia di Bengkulu, Kamis.
Menurut dia, peran PKK tidak hanya berkaitan dengan kegiatan organisasi, tetapi juga memiliki posisi penting dalam memperkuat ketahanan keluarga, memberdayakan perempuan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan membantu pemerintah dalam upaya mengentaskan kemiskinan.
Ia mengatakan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Ke-54 PKK dapat menjadi kesempatan untuk melakukan konsolidasi sekaligus memperkuat gerakan PKK pada seluruh tingkatan agar semakin mampu menyesuaikan diri dengan tantangan dan kebutuhan masyarakat.
Gubernur Helmi juga menekankan pentingnya keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa.
Kader PKK, kata dia, perlu terus melakukan pembinaan terhadap keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat untuk membentuk karakter dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Selain itu, ia meminta kader PKK terus mengambil peran dalam menyukseskan berbagai program pemerintah melalui koordinasi, konsolidasi, serta evaluasi pelaksanaan program secara berkelanjutan.
Ketua TP PKK Provinsi Bengkulu Khairunnisa Helmi mengatakan seluruh aktivitas dan program PKK yang dijalankan harus memberikan manfaat dan memiliki makna bagi keluarga serta masyarakat.
"Semoga pelaksanaan Jambore PKK dan HKG Ke-54 PKK ini memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat Provinsi Bengkulu menuju Bengkulu yang maju, religius, sejahtera, dan berkelanjutan," ujar dia.
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.