kingsheadwye.com

Guru Saiful ingatkan kaum Muslim jangan "paniwasan" dan "pahirian" - ANTARA News Kalimantan Selatan

Banjarmasin (ANTARA) - Guru Haji Saiful Anshari dalam tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin,. Kalimantan Selatan (Kalsel) mengingatkan kaum Muslim agar jangan "paniwasan" (selalu menyalahkan orang) dan "pahirian".atau suka iri hati. 

"Orang paniwasan dan pahirian sama dengan tidak mempercayai qadha qadar atau takdir Allah. Sementara percaya pada takdir Allah masuk rukun iman," ujar Guru Saiful dalam tausyiahnya di hadapan jamaah Masjid Assa'adah tersebut sesudah Shalat Subuh, Selasa. 

Guru yang pernah mondok di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mursyidul Amin Pemangkih Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel tersebut mengemukakan itu dalam kajian rutin  "Sifat 20" atau tarekat "Asy'arah".

Menurut guru yang juga pernah menuntut (mempelajari) ilmu agama ke " Tanah Jawa" tersebut, bahwa orang yang tidak mempercayai takdir Allah atau paniwasan dan iri terhadap nikmat orang lain sama dengan kurang iman. 

Dalam kajian Sifat 20 itu, pengasuh salah satu pindok tahfiz (penghafal Al Qur'an) di "kota seribu sungai" Banjarmasin tersebut mengatakan, bahwa takdir Allah ada yang bersifat "mubram" dan "mu'allaq".

Ia menjelaskan, takdir yang bersifat mubram yaitu ketetapan Allah SWT yang mutlak  atau pasti terjadi dan tidak dapat diubah oleh siapa pun seperti mati. Sedangkan mu'allaq ketentuan Allah yang pelaksanaannya bergantung pada usaha, ikhtiar, dan doa manusia.

Memahami keduanya (takdir mubram dan mu'allaq) itu membantu umat Islam menyeimbangkan antara kerja keras dan sikap pasrah. 

Pada kesempatan tersebut,. guru yang mengaku pernah meng-Islam-kan beberapa orang itu, mengungkap tentang bangkrut berjamaah banyak terjadi belakangan tanpa menyadari. 

"Sebagai contoh judi online (judol) dan dulu pernah terjadi tentang kupon undian berhadiah, serta kasus Kindai Alus," demikian Guru Saiful Anshari. 

Guru Saiful Anshari saat tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Kaya Banjarmasin, sesudah Shalat Subuh, Selasa (18/8/2026). (ANTARA/Syamsuddin Hasan)

Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Firman

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.