kingsheadwye.com

Hadir Lewat Video di Sidang Umum PBB, Presiden Palestina Tagih Janji Trump

Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump memenuhi janji kepada negara-negara Arab untuk mencegah pengusiran warga Palestina dan aneksasi wilayah Palestina.

Dikutip dari Anadolu, Jumat (25/9/2026), Abbas menyampaikan seruan tersebut melalui pidato yang telah direkam sebelumnya dalam Sidang ke-81 Majelis Umum PBB, Kamis. Ia kembali tidak dapat menghadiri sidang secara langsung karena pembatasan visa.

"Kami menyerukan kepada Presiden Trump untuk memenuhi janji yang dia buat kepada para pemimpin Arab dan Islam pada September lalu, untuk mencegah aneksasi wilayah Palestina dan menolak pengusiran," kata Abbas.

Trump sebelumnya berjanji kepada para pemimpin Muslim dan Arab dalam pertemuan pada September 2025 bahwa ia tidak akan membiarkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menganeksasi Tepi Barat yang diduduki, menurut laporan situs berita Amerika Politico.

Abbas juga mendesak Amerika Serikat bekerja sama dengan kepemimpinan Palestina dan komunitas internasional untuk mewujudkan solusi dua negara berdasarkan hukum internasional.

Ia mengatakan Palestina menyambut rencana perdamaian Trump, tetapi hingga kini belum melihat kemajuan di lapangan.

Trump mengumumkan rencana 20 poin untuk Gaza pada 29 September 2025. Rencana tersebut mencakup penghentian perang, pertukaran sandera Israel dan tahanan Palestina, masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza, serta penarikan pasukan Israel secara bertahap yang dikaitkan dengan pelucutan senjata faksi-faksi Palestina dan pengerahan pasukan stabilisasi internasional sementara.

Abbas Soroti Kondisi Gaza dan Tepi Barat

Abbas juga memperingatkan para pemimpin dunia agar tidak membiarkan terulangnya "Nakba dan pembantaian" yang dialami rakyat Palestina pada 1948.

Menurut Abbas, rakyat Palestina kini menghadapi salah satu "periode paling berbahaya dalam sejarah mereka". Ia menyoroti pembunuhan, kehancuran, kelaparan, serta upaya pengusiran paksa di Jalur Gaza.

Berbicara mengenai Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, Abbas mengatakan perluasan permukiman ilegal dan fragmentasi wilayah tersebut terus meningkat. Ia juga menyoroti kekerasan oleh warga Israel yang menduduki wilayah Palestina, yang menurutnya berlangsung di bawah perlindungan pasukan Israel.

Abbas memperingatkan kebijakan Israel yang "berada di luar hukum internasional" akan menghancurkan solusi dua negara. Ia menyebut munculnya "bahaya yang lebih besar" yang membutuhkan tindakan segera.

Menurut Abbas, ancaman tersebut tidak lagi sebatas upaya melemahkan solusi dua negara atau mencegah berdirinya negara Palestina, tetapi telah menjadi "ancaman eksistensial" terhadap keberadaan rakyat Palestina di tanah mereka sendiri.

Ia menggambarkan perkembangan di Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai bagian dari "rencana kolonial jahat" untuk membuat kehidupan warga Palestina semakin sulit dan mendorong mereka menuju pengusiran paksa.

"Rakyat kami akan tetap berada di tanah mereka dan tidak akan menerima pengusiran," kata Abbas. Ia menambahkan bahwa "pendudukan dan aktivitas permukiman tidak menghasilkan solusi."