kingsheadwye.com

Hari ke-10 Pascagempa Flores NTT, Korban Jiwa Bertambah Jadi 100 Orang |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban jiwa akibat gempa bumi M 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026), masih terus bertambah. Hingga Senin (24/8/2026), total terdapat 100 orang korban yang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa tersebut.

"Per hari ini yang meninggal dunia ada 100 (orang), ya," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat konferensi pers secara daring, Senin sore.

Ia menjelaskan, tidak seluruh korban jiwa meninggal dunia akibat terdampak langsung saat gempa bumi terjadi. Menurut dia, semula terdapat 48 orang yang dilaporkan meninggal dunia saat hari kedua setelah gempa. Angka korban jiwa bertambah karena sebagian korban luka tidak berhasil diselamatkan, sehingga korban jiwa bertambah menjadi 100 orang.

 Suharyanto menambahkan, gempa bumi itu juga menyebabkan 1.603 orang mengalami luka-luka. Selain itu, jumlah pengungsi saat ini tercatat 180.327 orang.

Ia mengungkapkan, salah satu penyebab angka pengungsi masih terus bertambah adalah karena gempa susulan masih terus terjadi. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga Senin pukul 05.00 WIB, telah terjadi 6.409 kali gempa susulan sejak gempa utama.

Gempa susulan terbesar tercatat memiliki kekuatan M 6,2 dan terkecil M 1,1. Adapun gempa yang berkekuatan di atas M 5 terjadi 33 kali dan 139 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat. 

"Ini mengakibatkan sampai hari ke-8 terjadinya gempa Flores, ini masyarakat masih banyak yang takut, sehingga tetap mengungsi di luar rumah meskipun rumah-rumahnya tidak terdampak atau rusak ringan," kata dia.

Suharyanto mengatakan, berdasarkan prakiraan BMKG, gempa susulan masih akan terjadi hingga pekan keempat setelah gempa utama. Namun, diperkirakan kekuatan gempa susulan akan lebih stabil.

Ihwal bangunan rusak, hingga saat ini dilaporkan terdapat 73.818 unit rumah rusak. Sebanyak 23.276 unit dilaporkan rusak berat, 17.563 unit rusak sedang, dan 32.979 unit rusak ringan. 

"Fasilitas umum, ini data sementaranya, fasilitas umum adalah sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan, dan infrastruktur lainnya, ini ada 1.915 unit yang rusak. Tentu saja ini data sementara. Seiring berjalannya waktu, data ini akan semakin lengkap," kata dia.