Houthi Diduga Serang Gardu Listrik di Madinah yang Pasok Masjid Nabawi, Dunia Muslim Mengecam
Fitra Iskandar
| 2 Oktober 2026, 11:31 WIB

Arsip - Anggota suku pendukung Houthi berkumpul untuk menggelar aksi unjuk kekuatan menggunakan senjata dalam aksi protes menentang Amerika Serikat dan Israel di Sanaa, Yaman, (3/11/2025). ANTARA/Anadolu/Mohammed Hamoud
AKURAT.CO Kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman dituduh melakukan serangan drone ke gardu listrik di Madinah, Arab Saudi, yang memasok listrik ke Masjid Nabawi. Dugaan serangan tersebut memicu kecaman dari sejumlah negara dan lembaga Islam karena terjadi di salah satu kota suci umat Islam.
Koalisi pimpinan Arab Saudi mengatakan sebuah drone Houthi menyerang gardu distribusi listrik Taibah di Madinah pada 29 September 2026. Namun, kelompok Houthi membantah terlibat dalam serangan tersebut.
Madinah merupakan salah satu kota paling suci dalam Islam. Kota ini menjadi tempat Masjid Nabawi sekaligus lokasi makam Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Karena itu, dugaan serangan terhadap fasilitas sipil yang memasok listrik ke Masjid Nabawi mendapat perhatian luas di dunia Muslim.
Gardu Listrik di Madinah Diserang Drone
Juru bicara koalisi Arab Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, mengatakan drone menghantam gardu distribusi listrik Taibah pada pukul 05.11 waktu setempat atau 02.11 GMT pada 29 September.
Menurut al-Maliki, penyelidikan dan bukti yang dikumpulkan otoritas Saudi menunjukkan keterlibatan kelompok Houthi dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan tersebut.
Ia mengatakan kesimpulan itu didasarkan pada hasil pemeriksaan setelah kejadian serta puing-puing drone yang digunakan dalam serangan.
Koalisi Saudi menyatakan satu transformator mengalami kerusakan dan harus dihentikan sementara. Namun, gangguan tersebut tidak berdampak terhadap jaringan listrik secara keseluruhan.
Fasilitas yang diserang diketahui memasok listrik ke Masjid Nabawi di Madinah.
Al-Maliki menuduh serangan tersebut merupakan bagian dari upaya kelompok Houthi menyasar fasilitas yang berkaitan dengan dua kota suci Islam, yakni Madinah dan Makkah.
Houthi Bantah Terlibat
Di tengah tuduhan dari Arab Saudi, kelompok Houthi membantah terlibat dalam serangan terhadap fasilitas listrik di Madinah.
Seorang pejabat senior Houthi kembali menolak tuduhan bahwa kelompoknya menargetkan situs-situs suci umat Islam. Penolakan tersebut disampaikan melalui media yang berafiliasi dengan Houthi.
Serangan terhadap wilayah yang berkaitan langsung dengan kota-kota suci Islam tergolong jarang dalam konflik antara Houthi dan Arab Saudi.
Kelompok Houthi yang menguasai Sanaa dan sebagian besar wilayah pesisir Laut Merah Yaman sebelumnya telah berulang kali meluncurkan drone dan rudal ke wilayah Arab Saudi.