kingsheadwye.com

IDAI minta pemerintah prioritaskan kesehatan anak saat karhutla

IDAI minta pemerintah prioritaskan kesehatan anak saat karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 20:10 WIB

Image Print

Seorang anak bersepeda di Jalan Orang Kayo Hitam yang diselimuti asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Simpang, Berbak, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Jumat (16/10/2026). Asap karhutla di beberapa kota/kabupaten Provinsi Jambi terpantau bertambah pekat dalam beberapa hari terakhir, terutama Kecamatan Berbak yang berdampingan langsung dengan sumber api Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS) dan Tahura Orang Kayo Hitam (OKH) dan berdasarkan pantauan stasiun Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) kualitas udara di Tanjung Jabung Timur Jumat (16/10) mencapai angka 331 atau masuk kategori berbahaya. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/sgd

Jakarta (ANTARA) - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan, pihaknya meminta agar pemerintah melakukan upaya yang lebih intens guna menangani masalah kebakaran hutan dan lahan, sebagai upaya mencegah agar tidak lebih banyak korban, termasuk anak-anak.

"Targetnya bukan hanya diukur dari berapa hektare api yang bisa dipadamkan, tapi berapa baik kesehatan masyarakat, terutama anak-anak ini bisa terlindungi," kata Ketua IDAI Piprim Basarah Yanuarso di Jakarta, Jumat.

Piprim mengatakan, pihaknya prihatin dengan kejadian tersebut karena sampai saat ini belum dapat diatasi dengan baik, bahkan menjadi masalah lintar negara. Anak merupakan kelompok yang paling rentan terdampak dalam bencana, menanggung akibat karhutla meski tidak menyebabkan kebakaran itu.

Mengobati anak yang mengalami gangguan kesehatan akibat karhutla bisa dilakukan, katanya, tetapi pencegahan harus lebih diutamakan.

"Jadi aktivitas luar ruangan perlu dibatasi. Kemudian sekolah dan fasilitas pendidikan juga mungkin kita advokasi supaya mengutamakan pembelajaran jarak jauh atau online," katanya.

Kemudian orang tua juga perlu disadarkan untuk memantau informasi secara daring untuk mengetahui kualitas udara. Dia juga mengingatkan pentingnya penggunaan masker.

"Jangan lupa bahwa bayi dan balita di bawah 2 tahun ini agak sulit untuk menggunakan masker bahkan tidak dianjurkan," ujarnya.

Menurutnya, udara bersih bukan sebuah kemewahan, namun bagian dari hak anak untuk hidup sehat. Oleh karena itu, orang tua, pemerintah, dan dokter punya kewajiban untuk menyediakan lingkungan yang bersih untuk mendukung tumbuh kembang.

Universitas Indonesia dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjalankan sejumlah upaya untuk menangani dampak kesehatan kebakaran hutan dan lahan yang melanda tujuh provinsi, salah satunya dengan meningkatkan kesiapsiagaan tenaga serta fasilitas kesehatan.

"Kami sedang berkoordinasi juga dengan para sejawat di berbagai daerah tersebut, dengan pemerintah daerah dan dinas kesehatan terbaik, serta para donatur yang mudah-mudahan bisa memberikan bantuan juga," kata Dekan Fakultas Kedokteran UI Anna Rozaliyani di Jakarta.

Pewarta : Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026