kingsheadwye.com

IHSG Anjlok 1%, Ini Penyebabnya

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak melemah pada perdagangan sesi I hari ini. IHSG berada di level 5.209,5, turun 69,39 poin atau 1,31% pada pukul 09.35 WIB.

Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi tercatat sebesar 90,27 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp5.237,63 miliar.

Mengutip data Refinitiv, pelemahan IHSG berasal dari sektor energi yang anjlok 3,1%, disusul oleh sektor material dasar yang turun 1,8%, dan sektor konsumer kritikal yang turun 1,4%.

Saham-saham pemberat IHSG antara lain, PT. Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT. Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA), PT. DCI Indonesia Tbk. (DCII), PT. Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), dan PT. VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR).

Sementara saham-saham penopang penurunan IHSG antara lain, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM),PT. Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dan PT. Astra International Tbk. (ASII).

Pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati langkah Bursa Efek Indonesia (BEI), pemerintah hingga Danantara dalam merespons pengumuman MSCI, aksi pembelian kembali saham oleh sejumlah emiten konglomerat, serta arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat penegakan aturan di pasar modal.

Pasar keuangan Indonesia pada perdagangan Rabu (21/10/2026) juga masih dibayangi sejumlah sentimen penting dari dalam dan luar negeri. Fokus utama investor tertuju pada pengumuman suku bunga Bank Indonesia (BI) hari ini.

Dari mancanegara, keputusan bank sentral China yang kembali menahan suku bunga serta rilis data ketenagakerjaan Inggris turut mewarnai arah pasar.

Bayang-bayang MSCI belum sepenuhnya hilang. Kekhawatiran bahwa Indonesia bisa diturunkan dari Emerging Market menjadi Standalone Market menjadi pemicu utama aksi jual besar-besaran pekan lalu. Pasar kini menanti realisasi pembelian saham oleh Danantara, sekaligus menguji apakah reli saham BUMN dapat berlanjut.

Bola panas kini berada di tangan BI. Rapat Dewan Gubernur yang digelar sejak Selasa akan mengumumkan keputusan suku bunga hari ini, di tengah rupiah yang sempat kembali menembus Rp18.000 per dolar AS.

Polling CNBC Indonesia Research terhadap 13 institusi menunjukkan 10 responden memperkirakan BI menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 6,00%. Tiga responden lainnya memprediksi suku bunga ditahan di 5,75%. Jika terjadi, kenaikan ini menjadi yang pertama setelah BI menahan suku bunga tiga bulan berturut-turut, menyusul kenaikan kumulatif 100 bps pada Mei-Juni 2026.

(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]