IKN akan dijadikan percontohan rehabilitasi mangrove
Penajam Paser Utara (ANTARA) - Wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah Provinsi Kalimantan Timur akan dijadikan sebagai percontohan rehabilitasi mangrove dalam pelaksanaan Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR).
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyambut rencana pelaksanaan Program M4CR yang diinisiasi Kementerian Kehutanan di wilayah IKN.
"Kami sebenarnya sudah melakukan, tapi dengan adanya M4CR ini tentunya menjadi tanggung jawab yang lebih besar dan harus berhasil," katanya seusai menyampaikan sambutan dalam acara Media Gathering M4CR di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (1/8).
Program M4CR, yang pelaksanaannya didukung pendanaan dari Bank Dunia, akan dilaksanakan di wilayah Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Riau, dan Sumatera Utara.
"Jadi, kami siap untuk menjadi salah satu lokasi contoh. Nantinya, prototipe di IKN ini akan direplikasi untuk wilayah Kaltara, Kaltim, Riau, dan Sumut," kata Basuki.
"M4CR ini kan targetnya sampai tahun 2027, jadi harus kita kerjakan lebih cepat. IKN menargetkan sekitar 1.100 hektare untuk penanaman secara keseluruhan, di mana untuk M4CR sendiri porsinya sekitar 150 hektare," kata dia.
Baca juga: Pemerintah menggaungkan tobat ekologis lewat rehabilitasi mangrove
Basuki optimistis target penanaman mangrove di wilayah IKN bisa dicapai tepat waktu.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan Muhammad Zainal Arifin selaku direktur eksekutif Program M4CR mengatakan bahwa IKN dipilih sebagai lokasi awal pelaksanaan program agar bisa menjadi contoh bagi daerah yang lain.
"Kami ingin apa yang dicontohkan di IKN ini ditiru oleh pemerintah daerah lain. Kekuatan ekologi inilah yang menjamin pertumbuhan sosial dan ekonomi di masa depan," katanya.
Baca juga: Otorita IKN dorong rehabilitasi mangrove untuk lindungi pesisir
Baca juga: KKP: Rehabilitasi mangrove penting untuk jaga produktivitas perikanan
Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.