kingsheadwye.com

Independensi FIFA atau Bisnis Gianni Infantino? Erick Thohir Pilih Utang Budi

Sampai awal pekan ini, tekanan internasional semakin kencang terhadap Gianni Infantino. Federasi Sepakbola Wales (FAW), misalnya, menjadi negara pertama yang menarik dukungan dari pencalonan Infantino pada pemilihan Presiden FIFA periode 2027-2031 yang akan digelar di Rabat, Maroko, Maret mendatang.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, dan trofi Piala Dunia. X/Polymarket Sports

“Asosiasi Sepakbola Wales dengan ini mengonfirmasi penarikan dukungan untuk pencalonan Mr Gianni Infantino, dalam pemilihan kembali sebagai Presiden FIFA untuk periode 2027 sampai 2031,” kata FAW melalui pernyataan resminya.

https://akurat.co/bola/878348/erick-thohir-dukung-proposal-fifa-jual-hak-komersial-piala-dunia

Beberapa jam saja dari aksi Wales itu, Asosiasi Sepakbola Inggris (FA), dikabarkan akan mengikuti jejak yang sama. Jika benar terjadi, jelas ini merupakan pukulan besar untuk Gianni Infantino mengingat Inggris adalah salah satu powerhouse sepakbola dunia.

Keadaan ini akan membuat jalan Infantino ke tampuk kekuasaan tertinggi FIFA tidak akan semulus pada tiga pemilihan sebelumnya. Periode sampai Maret diperkirakan akan menjadi periode kasak-kusuk untuk melakukan lobi dan pengumpulan kekuatan demi menentang atau mendukung Infantino.

Mengapa Erick Thohir Membela Gianni Infantino?

Erick Thohir sejatinya bukan satu-satunya negara di Asia yang secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap FFE dan Infantino. Negara berpengaruh di Timur Tengah, Qatar, disebut juga bertahan mendukung pria asal Swiss berusia 56 tahun tersebut.

Tidak sulit sebenarnya untuk menelisik penyebab Erick Thohir memilih mendukung FFE yang oleh sebagian besar koleganya di barat dianggap sebagai penodaan terhadap induk organisasi sepakbola dunia tersebut.

Semua diawali dengan hubungan erat antara Erick dan Infantino sejak pria yang kini menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu ditugaskan oleh Presiden Jokowi melobi FIFA agar tak menjatuhkan hukuman maksimal akibat tragedi Kanjuruhan pada pekan-pekan awal Oktober 2022.

Erick terbang ke Doha, Qatar, menemui Infantino untuk menyampaikan surat dari Jokowi. Lobi tersebut membuahkan hasil di mana FIFA hanya menghukum Indonesia untuk tidak mengizinkan suporter tandang sampai keadaan terkendali.

Bahkan, alih-alih menghukum, Infantino justru membantu Indonesia dengan mengirim tim untuk melakukan transformasi sepakbola Indonesia sebagai perbaikan agar tragedi seperti yang terjadi di Kanjuruhan tak lagi terjadi.

Infantino sendiri datang ke Indonesia pada pertengahan Oktober untuk bertemu dengan PSSI yang pada masa itu masih dipimpin Mochamad Iriawan.

Pada 18 Oktober 2022, Infantino bermain sepakbola di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta, bersama Iriawan yang justru dikritik karena dianggap “tak sensitif” dengan korban tragedi Kanjuruhan yang masih berduka.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, dan Ketum PSSI periode 2020-2023, Mochamad Iriawan, saat berfoto di sela fun football di Stadion Madya, Jakarta, 18 Oktober 2022. BOLA.NET.

Sejak pertemuan di Doha untuk mencegah FIFA menghukum Indonesia akibat tragedi Kanjuruhan, Erick dan Infantino tampak semakin dekat.

Lima bulan berselang, Erick yang baru terpilih sebagai Ketum PSSI hasil Kongres Luar Biasa, kembali terbang ke Doha, Qatar, untuk menemui Infantino.

Kali ini misinya tak kalah berat. Yakni meminta FIFA tetap mempertahankan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-21 yang dibatalkan akibat penolakan sejumlah politisi atas partisipasi Israel.

Sejarah mencatat, pembicaraan pada 29 Maret 2023 itu tak mengubah keputusan FIFA.

https://akurat.co/bola/879020/wales-negara-pertama-tarik-dukungan-dari-gianni-infantino-afc-dan-concacaf-penentu

Untuk mengobati kekecewaan karena sudah bersiap sejak lama untuk Piala Dunia U-20 yang merupakan Piala Dunia pertama di Indonesia itu, Infantino memberikan PSSI hak menyelenggarakan Piala Dunia U-17 pada Juni 2023.

Turnamen tersebut digelar di empat kota (Surabaya, Jakarta, Bandung, Solo) pada 10 November sampai 2 Desember. Tepat pada hari pembukaan turnamen kelompok umur termuda terbesar di dunia itu, Infantino juga meresmikan kantor FIFA sebagai hub regional FIFA di Lantai 12 Menara Mandiri, Sudirman, Jakarta.

Masih di tahun yang sama, FIFA juga memberikan hibah sebesar Rp85,6 miliar untuk membangun Pusat Latihan Timnas Indonesia di IKN, Kalimantan Timur. Setahun sebelumnya, Infantino juga mendapatkan sesi khusus untuk berbicara di Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali.

Kronologi di atas rasanya cukup untuk menjawab mengapa Erick bertahan bersama Infantino sementara gelombang besar dari negara-negara maju sepakbola justru menginginkan sahabatnya tersebut lengser dari pos Presiden FIFA sehubungan FFE.

Erick sendiri menyatakan bahwa FFE justru hal yang baik karena peningkatan jumlah uang yang dijanjikan FIFA dengan proposal itu bisa membantu pengembangan sepakbola Indonesia.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, bersama Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.

Namun, alasan itu sebenarnya hanyalah permukaan. Yang sesungguhnya lebih kepada urusan hubungan yang bersifat personal antara Erick dan Infantino akibat “utang budi” atas kebaikan sang presiden terhadap Indonesia dalam beberapa masalah.

"Kita harus berterima kasih, terutama kepada FIFA. Mengingat kembali peristiwa Kanjuruhan, jika saat itu tidak ada kesepakatan antara Pemerintah, masyarakat, dan FIFA, tim nasional kita mungkin tidak ada hari ini karena ancaman suspend selama delapan tahun," tegas Erick.

Pertanyaannya kini, apakah pantas Erick mempertimbangkan hubungan personal dan utang budi ketimbang soal “nilai’ yang dipersoalkan koleganya di Eropa tentang sejumlah manuver Infantino dalam setahun terakhir?

Sejauh ini Erick tampaknya lebih mengutamakan “perasaan” dan “hubungan pribadi” alih-alih bertahan dengan subtansi FIFA sebagai organisasi. Pada saat yang sama, kelompok penentang Infantino jelas sadar bahwa Erick adalah salah satu pihak yang berada di pihak seberang.