kingsheadwye.com

Indonesia-AS Perkuat Pertahanan, 105 Ranpur Amfibi Disiapkan untuk TNI |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Indonesia dan Amerika Serikat terus memperkuat kerja sama pertahanan melalui peningkatan kualitas pendidikan militer, latihan bersama, dan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista). Salah satu perkembangan penting adalah pengadaan 105 kendaraan tempur amfibi AAV M-35 untuk Korps Marinir TNI Angkatan Laut, dengan 12 unit pertama telah resmi diterima pada 28 September 2026.

Kerja sama tersebut dikembangkan melalui Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) yang dibentuk kedua negara pada 13 April 2026. Kemitraan ini menjadi kerangka penguatan kemampuan pertahanan, peningkatan profesionalisme prajurit, dan interoperabilitas antara TNI dan militer Amerika Serikat.

Atase Pertahanan RI di Washington DC, Marsekal Pertama TNI Yose Ridha, menjelaskan perkembangan kerja sama tersebut dalam acara syukuran HUT ke-81 TNI di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington, Jumat (9/10/2026). Dalam keterangan yang diberitakan pada Senin (12/10/2026), Yose menyampaikan bahwa MDCP telah memperluas peluang kerja sama pendidikan, latihan militer, serta pengadaan dan pengembangan alutsista.

Pembentukan MDCP disepakati Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth dalam pertemuan di Pentagon pada 13 April 2026. Pernyataan bersama kedua negara menempatkan modernisasi militer dan peningkatan kapasitas pertahanan, pendidikan serta pelatihan militer profesional, dan kerja sama latihan maupun operasional sebagai tiga bidang utama kemitraan.

Pentagon menyatakan kemitraan tersebut bertujuan memperkuat kemampuan pertahanan Indonesia sekaligus meningkatkan kerja sama keamanan di kawasan Indo-Pasifik. Kedua negara juga sepakat memperluas cakupan dan kompleksitas latihan bilateral maupun multilateral, termasuk Super Garuda Shield.

Marinir Terima 12 Ranpur Amfibi

Salah satu hasil konkret hubungan pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat terlihat dari kedatangan kendaraan tempur amfibi AAV M-35 untuk Korps Marinir TNI AL. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memimpin penyerahan 12 unit kendaraan tersebut di Lapangan Apel Brigif 1 Marinir, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Senin (28/9/2026).

Kementerian Pertahanan menyatakan kendaraan tersebut merupakan bagian dari penguatan kemampuan operasi amfibi TNI AL. AAV M-35 menggunakan platform AAV-7A1 dengan program peningkatan keandalan dan kemampuan operasional, serta dirancang membawa pasukan dari kapal menuju daratan.

Kendaraan beroda rantai tersebut mampu membawa 21 prajurit selain tiga awak kendaraan. Menurut Kemhan, penamaan M-35 digunakan Korps Marinir dengan angka tiga merujuk kepada tiga awak kendaraan dan angka lima menunjukkan kemampuan menghadapi kondisi laut hingga Sea State 5.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali menyatakan total kendaraan yang direncanakan untuk memperkuat Korps Marinir mencapai 105 unit. Pengiriman dilakukan bertahap selama tiga tahun, dimulai pada 2026 hingga 2028.

"Jadi 105 total ada ya. Tapi didatangkan secara bertahap," kata Muhammad Ali dalam konferensi pers di Cilandak, Jakarta Selatan, pada 28 September 2026.

Menurut Muhammad Ali, tahap pertama mencakup 35 kendaraan, dengan 12 unit telah diterima dan 23 unit lainnya dijadwalkan tiba pada akhir November 2026. Tahap kedua direncanakan sebanyak 35 unit pada 2027, kemudian 35 unit tambahan pada 2028.

Seluruh kendaraan tersebut direncanakan memperkuat tiga satuan Pasukan Marinir, yakni Pasmar 1 di Jakarta, Pasmar 2 di Surabaya, dan Pasmar 3 di Sorong. Pengadaan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan mobilitas dan pendaratan amfibi dalam mendukung operasi pertahanan Indonesia sebagai negara kepulauan.

Kendaraan tersebut diperoleh melalui mekanisme Foreign Military Sales (FMS) dari Amerika Serikat. KSAL menjelaskan bahwa hubungan baik antara Korps Marinir Indonesia dan Amerika Serikat turut mendukung proses pengadaan, termasuk pemberian harga khusus.

Namun, jumlah total anggaran pengadaan belum diumumkan secara terperinci oleh TNI AL dalam konferensi pers tersebut. Muhammad Ali menyatakan informasi mengenai besaran anggaran menjadi kewenangan Kementerian Pertahanan.

Pendidikan Perwira dan Taruna Diperluas

Selain modernisasi perlengkapan tempur, kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat juga menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai prioritas. Pendidikan militer di lembaga-lembaga Amerika Serikat menjadi salah satu sarana peningkatan kemampuan dan profesionalisme personel TNI.

Menurut Yose Ridha, berbagai kesempatan pendidikan mencakup National Defense University, Naval War College, Army Command and General Staff College, Air Force Academy, United States Military Academy di West Point, serta United States Naval Academy di Annapolis. Lembaga-lembaga tersebut menyediakan program pendidikan militer pada jenjang berbeda, termasuk pendidikan perwira dan pembinaan calon perwira.

Kerja sama pendidikan diarahkan untuk memperluas kemampuan kepemimpinan, perencanaan operasi, strategi pertahanan, dan pengelolaan organisasi militer. Hubungan antarlembaga pendidikan juga membuka ruang pertukaran pengalaman mengenai perkembangan teknologi serta doktrin operasi militer.

Pada Juni 2026, Kolonel Marinir Tri Yudha Ismanto menyelesaikan pendidikan selama 11 bulan di College of International Security Affairs, National Defense University, Amerika Serikat. TNI AL mengonfirmasi bahwa perwira tersebut memperoleh gelar Master of Arts in Strategic Security Studies.

Kerja sama pendidikan juga diperkuat melalui kunjungan Komandan Jenderal Akademi TNI Letnan Jenderal TNI Sidharta Wisnu Graha ke United States Military Academy di West Point pada 23–24 Februari 2026. Kunjungan dilanjutkan ke United States Naval Academy di Annapolis pada 25 Februari 2026 untuk memperkuat hubungan dan pengembangan pendidikan calon perwira.

sumber : Antara